Gerbang Informasi Perbatasan


redaksiOctober 13, 20183min280
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie Disambut Upacara Adat Oleh Warga Kecamatan Tulin Onsoi.Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN – Masih dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah perbatasan, usai dari Sei Menggaris, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan.

Di Tulin Onsoi Gubenur Irianto meresmikan gedung Ruang Praktik Siswa (RPS) SMK Negeri 1 Tulin Onsoi. Selain itu, juga menandatangani prasasti Pustu Desa Naputi, PAUD Desa Salang dan Gapura Desa Sekikilan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi, saya juga menyerahkan bantuan dari Pemprov kepada aparatur pemerintah kecamatan dan desa di sana, ” kata Irianto Lambrie.

Di Tulin Onsoi Irianto menyaksikan begitu banyak kemajuan diraih saat ini, utamanya bila dibandingkan dengan 5 tahun lalu. Kemajuan yang terjadi ini, sangat cepat. Yang di daerah lain, butuh waktu lama untuk mencapai kemajuan seperti yang kita alami.

Di bidang pendidikan, Pemprov Kaltara telah memberikan insentif guru, sebesar Rp 500 ribu. Insentif diberikan secara bertahap setiap triwulan.

Yang harus diketahui, Pemprov berusaha mengelola keuangan secara sehat. Baik dalam penyaluran DAK Pendidikan dan lainnya. Pemprov meyakini, tata kelola keuangan merupakan kunci dari keberhasilan good governance.

“Saya menginformasikan, dari APBN, Kaltara mendapatkan tambahan anggaran untuk program rehab rumah. Bahkan jatahnya per rumah tangga sasaran juga akan meningkat. Pemprov juga akan menggiatkan program layanan kesehatan gratis, baik dokter spesialis maupun psikolog, ” tutur Gubernur Irianto Lambrie..

Pada kunjungan itu Gubernur mencatat sejumlah usulan dari masyarakat, melalui pemerintah daerah setempat,

“Dan ini saya perintahkan kepada OPD yang terkait untuk menindaklanjutinya. Seperti, pembangunan gedung kantor SMK Negeri 1 Tulin Onsoi, penambahan tower, dan lainnya, ” imbuh Gubernur.

Usai melakukan beberapa kegiatan di Tulin Onsoi, rombongan Gubernur melanjutkan perjalanan menuju ke salah satu warga di Mansalong, Kecamatan Lumbis yang menerima program rehab rumah melalui BSPS, atas nama Iswandi. Semoga bantuan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri warga, dan nantinya akan semakin giat bekerja juga menatap masa depan yang lebih baik.

Di Lumbis, ia juga meresmikan Balai Adat Ansilulum Dayak Tahol di Desa Libang. Balai adat ini dibangun sejak 21 Februari 2017, lewat alokasi Dana Desa Rp 388 juta.

Selain itu, juga ada swadaya masyarakat, menurut warga, bantuan masyarakat itu berupa kerelaan menyumbang 1 KK 1 Ulin bulat. Juga adanya bantuan dari masyarakat lainnya. Juga ada kerelaan Rp 20 ribu per bulan per KK selama 1 tahun. Dana lainnya, ada bantuan dari pihak perusahaan.

Selain sebagai tempat berkumpul warga dalam berbagai kegiatan, balai adat ini, kita harapkan juga dapat menjadi salah satu aset wisata di Nunukan, bahkan Kaltara. Minta diperjuangkan hak hukum, sebagai masyarakat adat.

“Akhirnya, kita dipertemukan di tempat yang baik ini. Saya dengarkan dan cermati apa yang disampaikan perwakilan Desa Libang, ” pungkas Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. * wa2n.



redaksiOctober 13, 20183min170
Gubernur Kaltara Berkunjung Kepos Pamtas di Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN – Mengawali kunjungan kerja di wilayah perbatasan, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie langsung meninjau jalan di wilayah Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, dan dilanjutkan dengan melakukan peresmian Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Sekaduyan Taka Kecamatan Sei Menggaris.

“Terima kasih, tadi disambut hangat oleh masyarakat, utamanya terima kasih kepada Kepala Desa Sekaduyan Taka Bapak Putra Sinar Jaya dan jajarannya. Ada 9 RT di desa ini, ” ucap Gubernur Irianto.

Ditempat sama, ia juga melakukan penyerahan bantuan hibah kepada Masjid Nurul Hakim di desa itu, sebesar Rp 250 juta, serta bantuan MT untuk Balita dan anak SD, serta bantuan pompa air kepada UKJA Sukamaju.

“Saya sudah kenal lama dengan Kepala Desa ini. Saya senang bisa kembali berkunjung. Pertama, tahun 1996, saat itu sebagai Kabid Perencanaan Bappeda Kaltim. Alhamdulillah sekarang sudah maju, penduduknya bertambah banyak dan sejahtera, ” puji Irianto.

Gubernur mengajak masyarakat bersyukur karena di bawah Pemerintahan saat ini, ada Dana Desa. Kini sudah ratusan triliun digulirkan. Termasuk untuk Desa ini yang tiap tahun mendapatkan Rp 900 juta. Hasilnya, sudah sangat dirasakan masyarakat. Salah satunya BPU ini.

Setelah jalan diperbaiki, pemerintah provinsi juga telah merencanakan membangun dermaga di Sungai Ular. Sudah ada DED, tinggal susun Amdal. Setelah itu, saya akan beraudiensi dengan Menteri Perhubungan untuk membangun dermaga yang modern. Ini akan menjamin keamanan dan keselamatam penumpang.

Kemudian soal listrik, saya sudah berkali-kali bertemu Dirut PLN dan Menteri ESDM, dan bakal akan dibuka unit layanan baru di Desa Sekaduyan Taka, tahun depan. Selain itu, di daerah blok Siimenggaris akan dibangun PLTMG 40 MW. Insya Allah dalam 2-3 tahun ke depan sudah bisa diselesaikan.

Sebelum melanjutkan perjalanan untuk meninjau Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia dan Pos Gabungan TNI-TDRM di Seimenggaris, saya dan rombongan menyempatkan singgah menghadiri acara ke pesta perkawinan warga setempat.

Turut dalam rombongan kunjungan kerja yang rencananya sampai Senin (15/10) nanti ini, di antaranya Ketua DPRD Kaltara, Marten Sablon, Kapolda Kaltara Brigjen Pol. Indrajit, serta Danrem 09/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Irham Waroihan. Dan juga turut serta para kepala OPD terkait di lingkup Pemprov Kaltara. * wa2n.



redaksiOctober 13, 20182min180
Gubernur Kaltata Dr H Irianto Lambrie Menyerahkan Hadiah Kepada Pemenang Undian Bankaltintara di Acara HUT Nunukan.

NUNUKAN – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menghadiri sekaligus membuka Malam Resepsi HUT ke-19 tahun Kabupaten Nunukan dan HUT Bankaltimtara yang dirangkaikan dengan Undian Simpeda Lokal Bankaltimtara 2018 di Tugu Dwikora Alun-Alun Kabupaten Nunukan, Tadi malam.

“Memaknai peringatan hari jadi, saya mengajak, warga Nunukan juga warga Kaltara untuk selalu bersyukur ke hadirat Allah SWT karena keberadaan kita hingga saat ini, yang diberikan kesehatan dan kekuatan serta kehidupan, ” ujar Irianto.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berdoa agar kehidupan di masa mendatang dapat lebih baik, dan maju. Serta tidak lupa untuk bekerja keras agar, Nunukan dapat bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Selain itu lanjutnya, bersyukur juga tak hanya sekedar diucapkan, tapi patut pula diimplementasikan dengan terus meluruskan niat untuk berbuat yang terbaik bagi daerah.

Nunukan juga daerah lainnya di Kaltara, wajib membangun hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan. Termasuk dunia usaha.

Serta, pentingnya melakukan evaluasi. Ini karena kita sudah menjalani masa hidup yang kita capai hingga sekarang. Banyak hal yang sudah dikerjakan, juga banyak PR serta kekeliruan yang perlu diperbaiki.

Dengan membangun kesadaran dan semangat baru.

“Mari kita bersama-sama melakukan perubahan cara berpikir dan cara bekerja. Kita juga patut menyadari adanya persaingan ketat di masa kini, dan dunia telah berubah dengan cepat. Kalau tidak maka kita akan semakin tertinggal dan digilas oleh perubahan, ” tutup Irianto Lambrie. * wa2n.



redaksiOctober 12, 20181min150
Peresmian Warung Kamtibmas di Kabupaten Nunukan Oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

NUNUKAN – Warung Kamtibmas yang dibangun secara swadaya di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, diresmikan oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie.

Dimana lahan yang digunakan untuk membangun Kantin Kamtibmas ini, merupakan tanah wakaf dari H Samsi.

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih, ” ucap Irianto Lambrie.

Bangunan nya tak mewah, tapi artistik. Dan hebatnya, ini dibangun oleh masyarakat, dan fungsinya juga untuk masyarakat.

Untuk diketahui, banyak hal bisa dilakukan di Pos ini. Selain kegiatan Pos Kamling. Juga dapat menjadi tempat untuk silaturahmi warga. Dan ini baru ada di Nunukan.

“Saya berharap, ini bisa dikembangkan di daerah-daerah lain. Tak hanya di Nunukan, tapi di desa-desa di Kaltara, ” himbau Gubernur.

Ini merupakan salah satu inovasi, yang bertujuan membangun kebersamaan dan Kamtibmas. Melalui pos ini, bisa membantu pemerintah dan juga kepolisian.

“Saya pesan, jaga dan rawat bangunan ini. Manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kebersamaan masyarakat, ” kata Irianto Lambrie. * wa2n.



redaksiOctober 12, 20181min200
Qoriah Kaltara Diajang MTQ Tingkat Nasional di Medan Provinsi Sumatera Utata.

TANJUNG SELOR – Meski kafilah dari Kalimantan Utara (Kaltara) hanya menduduki peringkat 24 di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Medan, namun patut untuk disyukuri.

Apalagi peringkat Kalimantan Utara masih lebih baik dari provinsi induknya yakni Provinsi Kalimantan Timur yang berada di peringkat 25.

Dimana Kaltara mendapatkan satu poin, juara 3 untuk cabang tahfidz satu juz dan tilawah putri. Yaitu atas nama ananda, Zeliyanti, dari Kabupaten Bulungan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi, saya mengucapkan selamat dan apresiasi. Termasuk kepada semua kafilah dari Kalimantan Utara, ” kafa Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie siang kemarin.

Unthk itu Gubernur berpesan, agar para qori dan qoriah jangan berhenti belajar hanya pada saat MTQ saja. Terus belajar dan belajar.

Karena belajar, utamanya alquran tidak ada batasnya. Dan pasti akan berguna, baik untuk pribadi, maupun bagi semua umat manusia. * wa2n.



redaksiOctober 11, 20189min160

SOLO – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie, kemarin siang menghadiri pertemuan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan 18 DOB (daerah otonomi baru) pembentukan Tahun 2012-2014 di Arcadia Ballroom The Alana Hotel, Kota Solo, Jawa Tengah.

Dimana Kalimantan Utara (Kaltara) juga termasuk, salah satu dari 18 DOB yang dilakukan evaluasi tersebut. Dan juga merupakan satu-satunya provinsi. Karena lainnya berupa pemerintah kabupaten dan kota.

Ini merupakan evaluasi tahun kelima. Bahkan, untuk Kaltara oleh Menteri Dalam Negeri langsung telah dinyatakan ‘lulus’ dan disahkan sebagai daerah otonomi penuh bersamaan HUT ke-5 Provinsi pada 22 April 2018 lalu.

“Dalan pertemuan ini, saya diberi kesempatan untuk memberikan pemaparan terkait perkembangan daerah otonomi baru, ” ujar Irianto.

Ada beberapa yang di sampaikan pada kesempatan ini. Mulai dari bagaimana membangun Kaltara dengan tanpa memiliki apa-apa, hingga berbagai capaian yang sudah diperoleh sekarang.

Untuk diketahui, dari evaluasi Kemendagri, Kaltara sudah memenuhi 95 persen lebih untuk 10 indikator penilaian yang harus dipenuhi sebagai DOB. Hasil akhir evaluasi, Kaltara mendapatkan nilai 90,50 atau kategori baik.

Sumber Daya Manusia Aparatur, fasilitas perkantoran, aksebilitas, infrastruktur, alhamdulillah semua telah terpenuhi. Tinggal beberapa kilometer batas wilayah yang masih dalam proses penyelesaian.

Di bidang infrastruktur dan aksebilitas. Didukung oleh pusat, pembangunan jalan dan jembatan menjadi prioritas. Utamanya di wilayah perbatasan. Alhamdulillah, sekarang infrastruktur jalan di Kaltara sudah bagus. Dan secara bertahap, kita terus bekerja cepat agar seluruh wilayah di Kaltara terkoneksi dengan jalan yang bagus.

Hal lainnya, indikator keberhasilan DOB Kaltara adalah dalam hal pengelolaan keuangan. Alhamdulillah selama 4 tahun berturut-turut, berdasar hasil pemeriksaan BPK, Kaltara selalu mendapatkan opini WTP (wajar tanpa pengecualian).

Tak hanya pengelolaan keuangan yang baik, Kaltara juga berupaya melakukan efisiensi, dengan tidak mengganggu anggaran prioritas. Yang mana anggaran yang tidak produktif, seperti perjalanan dinas dikurangi, serta honor-honor kegiatan, dan hasilnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. Seperti untuk program rehab rumah warga miskin, membangun jalan, dan program-program lainnya.

Dalam pertemuan itu juga, sekaligus menegaskan bahwa beberapa DOB yang dibentuk pada Tahun 2012-2014 sudah resmi menjadi daerah otonomi penuh. Termasuk Kaltara.

Ini menjadi tonggak, sekaligus pelecut untuk bekerja lebih keras lagi. Dengan keterbatasan, kita harus optimis bisa mengejar ketertinggalan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Kuncinya dari kita, yang harus bekerja keras, kerja cepat, cerdas dan ikhlas. Yang tentunya dengan dukungan penuh dari masyarakat Kalimanta Utara, yang memiliki pola pikir maju.

“Tak ada yang tidak mungkin, jika ada keinginan kuat dan disertai kerja keras kita, ” tutup Irianto. * wa2n.



redaksiOctober 10, 20183min170
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie Saat Menyampaikan Sambutan diacara Pelantikan pengurus IAI Wilayah Kaltara yang dilakukan oleh Ketua IAI Pusat, Prof Dr Mardiasmo.

TARAKAN – Pelantikan pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) wilayah Kaltara periode 2018-2022 di Gedung Pertemuan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kaltara di Tarakan, dihadiri oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Pelantikan pengurus IAI Wilayah Kaltara dilakukan oleh Ketua IAI Pusat Bapak Prof Dr Mardiasmo, yang juga Wakil Menteri Keuangan RI. Dengan disaksikan oleh Ketua Dewan Penasehat IAI Moermahadi Soerja Djanegara, dan Kepala KPw BI Provinsi Kaltara.

Adapun terpilih sebagai Ketua IAI wilayah Kaltara periode 2018-2022, adalah saudara Karyadi, yang saat ini menjabat sebagai Ketua KPw BPK Provinsi Kaltara.

Pembentukan IAI Kaltara merupakan inisiatif bersama, dengan harapan agar keberadaan profesi akuntan dapat memberi sumbangsih besar pada pertumbuhan perekonomian di Kaltara. Keberadaan IAI ini juga berpotensi besar untuk mendukung terwujudnya good governance pada sektor pemerintahan dan swasta.

“Sebagai gubernur sekaligus dewan penasehat IAI Wilayah Kaltara, saya menyambut gembira dan mendukung sepenuhnya atas terbentuknya organisasi ini. Jajaran pengurus IAI Wilayah Kaltara, harus menyadari adanya tantangan besar yang dihadapi untuk membentuk akuntan generasi baru, yakni terbatasnya tenaga akuntan, ” kata Irianto Lambrie.

Persoalan ini pula lah yang menyebabkan banyak daerah di Indonesia belum mampu untuk menyajikan laporan dan neraca keuangan daerah yang sesuai dengan prinsip akuntasi Indonesia, sehingga belum memenuhi syarat untuk diberi Opini WTP oleh BPK.

Keberadaan profesi dan perkembangan ilmu dan teknologi yang mendukung profesi akuntan di Indonesia, masih jauh tertinggal dari negara Eropa. Ini, hal itu dikarenakan kurang pemahaman atas pentingnya ilmu akuntan. Terlebih, apabila kepala daerah tersebut tak mengerti mengenai akuntansi.

“Untuk itu, saya merasa perlunya menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan yang berkompeten untuk mendidik tenaga akuntan baru yang profesional, cerdas dan lugas, ” imbau Gubernur.

Harus disadari juga, bagi Kaltara dan Indonesia pada umumnya, IAI belum sepopuler organisasi profesi lainnya. Jadi, penting untuk mensosialisasikan keberadaannya kepada masyarakat.

Gubernur Kaltara juga mendukung penuh, apabila Universitas Borneo Tarakan, sebagai satu-satunya universitas negeri di Kaltara agar membuka jurusan akuntansi. Untuk memenuhinya.

“Saya berharap UBT dapat berinisiatif penuh, ” tegasnya.

Pemprov Kaltara sendiri, dalam menunjang pelaporan keuangan daerah yang baik, pada rekrutmen CPNS 2017, telah menerima sekitar 20 ASN dengan kualifikasi akuntansi. Ini diharapkan dapat menjadi kelompok akuntan baru untuk memperkuat sistem pelaporan keuangan pemerintah daerah. * wa2n.



redaksiOctober 10, 20185min170
Pembahasan persiapan pemberangkatan tim relawan provinsi Kaltara ke Palu dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

TANJUNG SELOR – Gubernur Irianto Lambrir kembali kumpulkan para kepala OPD, utamanya yang terkait untuk membahas persiapan pemberangkatan tim bantuan kemanusiaan Pemprov Kaltara kepada korban gempa Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

“Hari ini saya ingin memastikan kesiapan tim bantuan kemanusiaan ini, sekaligus menegaskan tugas tambahan untuk tim agar merespons dengan aktif serta mengantisipasi penyebaran berita hoax mengenai upaya Pemprov Kaltara untuk mengevakuasi warga Kaltara di lokasi bencana, ” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, kemarin siang.

Ini sejalan dengan ketegasan Pemerintah Indonesia melalui aparat penegak hukum, yang akan memberikan sanksi tegas kepada penyebar hoax mengenai kondisi bencana gempa Palu-Donggala.

Tim juga harus memastikan pengamanan bagi relawan yang akan diterjunkan, berikut logistik yang akan disalurkan kepada korban bencana gempa Palu-Donggala.

Terkait rencana pengiriman tim advance (tim pendahuluan) ke lokasi bencana, saya minta minimal 5 orang yang terdiri dari orang-orang yang memang memiliki pengalaman terhadap situasi seperti Palu-Donggala. Tim advance juga harus memastikan titik kumpul yang mudah diakses untuk jalur evakuasi warga Kaltara yang terdampak bencana. Termasuk, berkoordinasi dengan aparat setempat untuk memastikan titik evakuasi untuk pemulangan warga Kaltara.

“Saya minta tim untuk membuat rencana aksi tertulis, termasuk data relawan by name by address. Ini penting, agar apabila terjadi apa-apa terhadap relawan, koordinator tim dapat segera menginformasikannya kepada keluarga terdekat, ” himbau Gubernur.

Koordinator tim juga harus memperjelas apa yang akan dilakukan di lokasi bencana, per kegiatan. Termasuk logistik apa saja yang akan dibawa, baik untuk kebutuhan pribadi maupun kebutuhan evakuasi dan bantuan bagi korban bencana.

Tim harus memastikan LO di lokasi bencana, termasuk rencana tim bantuan kemanusiaan untuk bergabung dengan tim bantuan dari Provinsi Kaltim. Titik pertemuan harus dipastikan secara detail.

Di dalam tim, harus ada personel yang memahami secara baik kondisi geografis dan topografis serta peta Sulawesi Tengah. Sehingga dapat menentukan secara akurat jarak dan waktu untuk setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh tim. Untuk efektifnya, harus dibuat matrik kegiatan oleh tiap koordinator.

Khusus teknis pemulangan warga Kaltara dari lokasi bencana, sekali lagi menjadi prioritas adalah warga Kaltara, bukan yang mengaku-ngaku warga Kaltara. Lokasi pemulangan, harus benar-benar dipastikan. Jalurnya lewat air atau udara, dan apabila jumlahnya mencapai ratusan jiwa maka harus dilakukan secara bertahap sehingga lebih tepat-cepat dan manusiawi.

Gubernur Irianto Lambrie juga meminta data detail jumlah warga Kaltara yang berada di lokasi bencana, termasuk yang akan dipulangkan ke Kaltara. Perlu juga dipastikan, tim dari Pemprov dalam evakuasi ini apakah akan mengevakuasi hingga ke kampung halaman tiap warga yang dievakuasi, ataukah hanya sampai di titik evakuasi utama (sementara ini dipilih Tarakan). Pendataan warga dipilah menurut asal daerah, agar memudahkan proses evakuasi nantinya.

Yang tak kalah penting, setiap progress kegiatan tim harus dipublikasikan dengan baik, valid dan terukur. Ini bagian penting untuk mengkalkulasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi nantinya. Jadi, langkah antisipasi dapat dipersiapkan segera dan masyarakat, utamanya korban bencana dapat menerima input informasi yang valid dan akurat.

Sekali lagi, jangan ujuk-ujuk berangkat, bila persiapan belum matang.
Tim publikasi dan dokumentasi saya instruksikan untuk menjadi celah utama publikasi mengenai upaya Pemprov Kaltara ini. Publikasi harus dilakukan dengan cerdas, tepat dan valid. Tim ini harus memantau dan mewaspadai informasi hoax yang muncul dari medsos atau lainnya.

Hal yang patut diantisipasi lainnya, adalah adanya oknum yang ingin memanfaatkan momen ini untuk memperoleh keuntungan pribadi, dengan merusak citra pemerintah.

Sebab, saya menilai upaya kita ini menjadi komoditas politik oleh sebagian pihak yang tak bertanggung jawab. Didalam tim bantuan kemanusiaan, juga saya minta untuk tidak mengakomodir pihak-pihak yang berkeinginan meraih keuntungan dari upaya Pemprov ini.

Agar berjalan maksimal, khususnya urusan evakuasi, tim harus menyurati kepala daerah di Kaltara terkait dengan pembagian kewenangan evakuasi dan pemulangan warga Kaltara yang sudah difasilitasi Pemprov ini. Untuk memperkuat legitimasi, saya akan menerbitkan surat perintah untuk organisasi tim ini.

Tugas lain dari tim, setiap aset yang digunakan dalam kegiatan ini harus dipastikan kondisi dan keberadaannya. Semua aset yang digunakan, harus kembali ke Kaltara. Jika perlu, koordinasi untuk adanya pengawalan dari aparat keamanan selama berada di lokasi bencana. *wa2n.



redaksiOctober 2, 20183min390
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrir Meninjau pembangunan gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kaltara di Jalan Rajawali, Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan pembangunan gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kaltara di Jalan Rajawali, Tanjung Selor.
Ditinjau langsung oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, siang kemarin.

Dimana sementara ini mulai dilaksanakan kegiatan pemancangan.

“Bapelkes ini kita bangun pada lahan milik Pemprov Kaltara dengan luasan sekitar 4,8 hektar, ” tegas Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Gedung ini dibangun dengan struktur fisik 2 lantai, dan luas bangunan berukuran 19 x 28 meter persegi.

“Tahun ini, kita alokasikan melalui APBD Kaltara 2018 kita alokasikan anggaran sebesar Rp 8,95 miliar. Saya harapkan akhir tahun sudah bisa selesai pembangunan fisiknya, ” imbuhnya.

Sesuai tujuannya, gedung ini akan menjadi pusat pelatihan bidang kesehatan di Kaltara. Yang nantinya akan menopang percepatan pembangunan kesehatan di Kaltara.

Selain Bapelkes, dengan ekspektasi untuk mengefisiensikan keberadaan lahan yang cukup luas, rencananya di sekitar gedung tersebut juga akan dibangun gedung fasilitas pemerintahan lainnya. Usulan yang masuk, ada dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup), Disperindagkop-UMKM, Balai POM dan beberapa lainnya.

Untuk pembangunan Bapelkes, Gubernur menyarankan untuk dapat bersifat gedung yang dapat dikembangkan. Jadi, tak hanya 2 lantai, tapi bisa ditambah menjadi 3 atau 4 lantai. Ini untuk jangka panjangnya.

Usai beristirahat sejenak, Gubernur Irianto bersama rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Rusunawa di Jalan Jelarai Raya (Telur Pecah) Tanjung Selor.

Rusunawa yang dibangun melalui dana APBN ini, ditargetkan selesai 31 Desember 2018 nanti.

Tower Rusunawa itu sendiri, saat ini dalam progress pembangunan hingga lantai 3. Bahan bangunannya juga dipilih yang tahan gempa, berupa bata ringan.

Secara umum, dimensi bangunan tower berukuran 60 x 12 meter. Ada 35 unit seluruhnya, dengan tiap unit bertipe 45. Setelah selesai, tiap unit hanya diperuntukkan bagi para ASN yang telah berkeluarga dari lingkup Pemprov Kaltara.

Sementara untuk pengelolaannya, Pemprov akan membentuk Badan Pengelola yang kini peraturan daerahnya tengah dipersiapkan.

Pemprov melalui Dinas PUPR-Perkim juga akan mengusulkan pembangunan tower 2 di lokasi yang sama. Kita harapkan tahun depan bisa terealisasi. * wa2n.



redaksiOctober 2, 20183min261
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie Bersalaman Dengan Para Siswa SLTA Usai Pelaksanaan Sosialisasi Bahaya Miras Dan Narkoba Yang Diselenggarakan Oleh Satpol PP Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie, siang kemarin secara resmi membuka Penyuluhan Pencegahan Penyakit Masyarakat (Pekat), Narkoba dan Miras bagi Generasi Muda/Pelajar di Ruang Pertemuan Hotel Crown Tanjung Selor.

Acara yang digelar Satpol PP Provinsi Kaltara ini, diikuti sekitar 120 pelajar SLTA di Kabupaten Bulungan.

Tujuannya, ingin memberikan pemahaman sekaligus pembekalan kepada peserta tentang bahaya narkoba dan miras yang beredar bebas di lingkungan masyarakat.

Seperti diketahui, tingkat peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan miras di Kaltara pada khususnya sudah sangat mengkhawatirkan. Dan ini mengancam tumbuh kembang generasi muda. Generasi muda banyak menjadi sasaran, dengan usia sekitar 12 hingga 24 tahun.

“Kita berharap dukungan elemen masyarakat, agar upaya pemerintah daerah berjalan maksimal. Juga peran aktif orangtua, tokoh agama, tokoh adat dan lainnya untuk melakukan pengawasan di lingkungannya, ” kata Irianto.

Kesadaran tersebut menjadi benteng awal dari peredaran narkoba di lingkungan masyarakat.
Acara seperti ini penting meski kelihatannya sederhana. Ini bagian dari kewajiban dan tugas pemerintah untuk menjelaskan dan mengajak serta mengimbau agar kita bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan miras.

“Saya minta kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin dan periodik setiap tahun, karena masalah ini terus berlanjut.
Kaltara merupakan salah satu daerah rawan di Indonesia, untuk peredaran narkoba dan miras, ” imbau Gubernur.

Identifikasi BNN, ada 5 provinsi yang tingkat peredaran narkobanya. Pertama, DKI Jakarta, nomor empat Kaltim, nomor 5 Kaltara. Ini bukan main-main, meskipun penduduknya belum sejuta.

Tapi peredaran dan penyalahgunaan narkoba sangat tinggi. Ini karena daerah kita berada di perlintasan barang di perbatasan.

Banyak orang diberi pemahaman keliru soal narkoba dan miras. Ada yang bilang itu bisa jadi obat kuat, dan lainnya. Miras dan narkoba katanya, juga disalahgunakan untuk pembuang stress.

Penyembuhan pengguna narkoba dan miras, butuh waktu lama. Dan kesembuhannya itu pun, tak bisa permanen karena rawan menggunakan lagi. Jadi, jangan coba-coba menggunakan narkoba.

Intinya, selain membahayakan tubuh, merusak masa depan, juga ada sanksi yang berat. Dan, apabila sudah terkena candu narkoba dan miras, maka organ tubuh utamanya otak akan rusak.

“Saya berharap generasi muda di Kaltara akan terhindar dari bahaya narkoba dan miras, ” harap Irianto Lambrie. * wa2n.