Mata Uang Rupiah Mendominasi di Perbatasan Kaltara

redaksiSeptember 19, 20183min220
Gubrnur Kaltara Dr H Irianto Lambrie Saat Meninjau Prodak Lokal di Salah Satu Pasar di Daerah Perbatasan Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Alhamdulillah, sesuai informasi BI, peredaran mata uang Rupiah di wilayah perbatasan Kaltara makin mendominasi. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie, siang kemarin.

Bila sebelumnya persentase penggunaan Rupiah dan Ringgit Malaysia di Sebatik, Nunukan, yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia antara 70 berbanding 30 persen, kini meningkat menjadi 78 berbanding 22 persen. Atau meningkat 8 persen sejak sekitar 2 tahun terakhir.

Peningkatan penggunaan mata uang rupiah di perbatasan ini, tidak terlepas dari beberapa program yang telah dilaksanakan pihak BI, melalui Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Kaltara. Seperti contoh, layanan kas keliling di perbatasan. Kas keliling ini, ada yang dalam kota dan luar kota. Untuk yang luar kota, tujuannya untuk menjangkau masyarakat Kaltara di luar wilayah Tarakan. Salah satunya di Sebatik, Nunukan.

“Kabarnya, walaupun harus menggunakan moda transportasi laut dan udara untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
KPw BI Provinsi Kaltara dengan dukungan pengamanan Mako Brimob Yon C Pelopor Tarakan, selama triwulan II 2018 telah melaksanakan kegiatan kas keliling luar kota, ” ungkap Gubernur.

Mengutip data dari Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Kaltara Agustus 2018 yang dirilis BI, layanan ini telah menjangkau daerah Sebatik (2 kali), Sebuku (1 kali), Seimanggaris (1 kali), Bunyu (3 kali), Mansalong (1 kali), dan Tana Tidung (2 kali).

Dalam menjangkau daerah 3 T (terpencil, terluar, tertinggal), untuk pertama kalinya pada triwulan II 2018 tim kas keliling KPw BI Kaltara melakukan peredaran uang Rupiah di daerah Sembakung, Kabupaten Nunukan.

Berdasarkan data pengelolaan uang rupiah KPw BI Kaltara periode triwulan II 2018, transaksi uang kartal yang terhimpun melalui kegiatan kas keliling luar kota sebesar Rp 6,94 miliar dengan jumlah kegiatan sebanyak 12 kali.

Kegiatan kas keliling yang dilakukan oleh KPw BI Kaltara merupakan bentuk komitmen sebagai bank sentral yang mendapat amanat dalam mendistribusikan Uang Layak Edar (ULE) hingga daerah perbatasan.

Penguatan mata uang rupiah di wilayah perbatasan sangat penting. Selain berpengaruh pada perekonomian di wilayah Kaltara dan Indonesia pada umumnya, juga menjaga kedaulatan negara.

Di sisi lain, di samping gerakan cinta rupiah, penguatan mata uang rupiah perlu didukung juga dengan gerakan cinta produk dalam negeri. Karena tidak dipungkiri besarnya penggunaan mata uang Ringgit, karena masih sebagian kebutuhan pokok masyarakat di perbatasan bergantung dengan negara tetangga, Malaysia.

” Berbagai upaya juga sudah kita lakukan. Di antaranya dengan memberikan subsidi ongkos angkut barang, juga mendirikan toko Indonesia di perbatasan, ” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. * wa2n.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *