Gubernur Kaltara Ajak Pemuda Hindari Narkoba dan Miras

redaksiOctober 2, 20183min271
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie Bersalaman Dengan Para Siswa SLTA Usai Pelaksanaan Sosialisasi Bahaya Miras Dan Narkoba Yang Diselenggarakan Oleh Satpol PP Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie, siang kemarin secara resmi membuka Penyuluhan Pencegahan Penyakit Masyarakat (Pekat), Narkoba dan Miras bagi Generasi Muda/Pelajar di Ruang Pertemuan Hotel Crown Tanjung Selor.

Acara yang digelar Satpol PP Provinsi Kaltara ini, diikuti sekitar 120 pelajar SLTA di Kabupaten Bulungan.

Tujuannya, ingin memberikan pemahaman sekaligus pembekalan kepada peserta tentang bahaya narkoba dan miras yang beredar bebas di lingkungan masyarakat.

Seperti diketahui, tingkat peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan miras di Kaltara pada khususnya sudah sangat mengkhawatirkan. Dan ini mengancam tumbuh kembang generasi muda. Generasi muda banyak menjadi sasaran, dengan usia sekitar 12 hingga 24 tahun.

“Kita berharap dukungan elemen masyarakat, agar upaya pemerintah daerah berjalan maksimal. Juga peran aktif orangtua, tokoh agama, tokoh adat dan lainnya untuk melakukan pengawasan di lingkungannya, ” kata Irianto.

Kesadaran tersebut menjadi benteng awal dari peredaran narkoba di lingkungan masyarakat.
Acara seperti ini penting meski kelihatannya sederhana. Ini bagian dari kewajiban dan tugas pemerintah untuk menjelaskan dan mengajak serta mengimbau agar kita bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan miras.

“Saya minta kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin dan periodik setiap tahun, karena masalah ini terus berlanjut.
Kaltara merupakan salah satu daerah rawan di Indonesia, untuk peredaran narkoba dan miras, ” imbau Gubernur.

Identifikasi BNN, ada 5 provinsi yang tingkat peredaran narkobanya. Pertama, DKI Jakarta, nomor empat Kaltim, nomor 5 Kaltara. Ini bukan main-main, meskipun penduduknya belum sejuta.

Tapi peredaran dan penyalahgunaan narkoba sangat tinggi. Ini karena daerah kita berada di perlintasan barang di perbatasan.

Banyak orang diberi pemahaman keliru soal narkoba dan miras. Ada yang bilang itu bisa jadi obat kuat, dan lainnya. Miras dan narkoba katanya, juga disalahgunakan untuk pembuang stress.

Penyembuhan pengguna narkoba dan miras, butuh waktu lama. Dan kesembuhannya itu pun, tak bisa permanen karena rawan menggunakan lagi. Jadi, jangan coba-coba menggunakan narkoba.

Intinya, selain membahayakan tubuh, merusak masa depan, juga ada sanksi yang berat. Dan, apabila sudah terkena candu narkoba dan miras, maka organ tubuh utamanya otak akan rusak.

“Saya berharap generasi muda di Kaltara akan terhindar dari bahaya narkoba dan miras, ” harap Irianto Lambrie. * wa2n.

One comment

  • ace333 slot

    October 14, 2018 at 10:45 am

    Oh my goodness! Impressive article dude! Thanks, However I am encountering troubles with your
    RSS. I don’t know why I am unable to subscribe to it. Is there anybody else
    having the same RSS issues? Anyone who knows the solution can you kindly respond?

    Thanks!! https://918.network/downloads/89-ace333

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *