Pembahasan Persiapan Tim Relawan Kaltara ke Palu

redaksiOctober 10, 20185min170
Pembahasan persiapan pemberangkatan tim relawan provinsi Kaltara ke Palu dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

TANJUNG SELOR – Gubernur Irianto Lambrir kembali kumpulkan para kepala OPD, utamanya yang terkait untuk membahas persiapan pemberangkatan tim bantuan kemanusiaan Pemprov Kaltara kepada korban gempa Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

“Hari ini saya ingin memastikan kesiapan tim bantuan kemanusiaan ini, sekaligus menegaskan tugas tambahan untuk tim agar merespons dengan aktif serta mengantisipasi penyebaran berita hoax mengenai upaya Pemprov Kaltara untuk mengevakuasi warga Kaltara di lokasi bencana, ” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, kemarin siang.

Ini sejalan dengan ketegasan Pemerintah Indonesia melalui aparat penegak hukum, yang akan memberikan sanksi tegas kepada penyebar hoax mengenai kondisi bencana gempa Palu-Donggala.

Tim juga harus memastikan pengamanan bagi relawan yang akan diterjunkan, berikut logistik yang akan disalurkan kepada korban bencana gempa Palu-Donggala.

Terkait rencana pengiriman tim advance (tim pendahuluan) ke lokasi bencana, saya minta minimal 5 orang yang terdiri dari orang-orang yang memang memiliki pengalaman terhadap situasi seperti Palu-Donggala. Tim advance juga harus memastikan titik kumpul yang mudah diakses untuk jalur evakuasi warga Kaltara yang terdampak bencana. Termasuk, berkoordinasi dengan aparat setempat untuk memastikan titik evakuasi untuk pemulangan warga Kaltara.

“Saya minta tim untuk membuat rencana aksi tertulis, termasuk data relawan by name by address. Ini penting, agar apabila terjadi apa-apa terhadap relawan, koordinator tim dapat segera menginformasikannya kepada keluarga terdekat, ” himbau Gubernur.

Koordinator tim juga harus memperjelas apa yang akan dilakukan di lokasi bencana, per kegiatan. Termasuk logistik apa saja yang akan dibawa, baik untuk kebutuhan pribadi maupun kebutuhan evakuasi dan bantuan bagi korban bencana.

Tim harus memastikan LO di lokasi bencana, termasuk rencana tim bantuan kemanusiaan untuk bergabung dengan tim bantuan dari Provinsi Kaltim. Titik pertemuan harus dipastikan secara detail.

Di dalam tim, harus ada personel yang memahami secara baik kondisi geografis dan topografis serta peta Sulawesi Tengah. Sehingga dapat menentukan secara akurat jarak dan waktu untuk setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh tim. Untuk efektifnya, harus dibuat matrik kegiatan oleh tiap koordinator.

Khusus teknis pemulangan warga Kaltara dari lokasi bencana, sekali lagi menjadi prioritas adalah warga Kaltara, bukan yang mengaku-ngaku warga Kaltara. Lokasi pemulangan, harus benar-benar dipastikan. Jalurnya lewat air atau udara, dan apabila jumlahnya mencapai ratusan jiwa maka harus dilakukan secara bertahap sehingga lebih tepat-cepat dan manusiawi.

Gubernur Irianto Lambrie juga meminta data detail jumlah warga Kaltara yang berada di lokasi bencana, termasuk yang akan dipulangkan ke Kaltara. Perlu juga dipastikan, tim dari Pemprov dalam evakuasi ini apakah akan mengevakuasi hingga ke kampung halaman tiap warga yang dievakuasi, ataukah hanya sampai di titik evakuasi utama (sementara ini dipilih Tarakan). Pendataan warga dipilah menurut asal daerah, agar memudahkan proses evakuasi nantinya.

Yang tak kalah penting, setiap progress kegiatan tim harus dipublikasikan dengan baik, valid dan terukur. Ini bagian penting untuk mengkalkulasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi nantinya. Jadi, langkah antisipasi dapat dipersiapkan segera dan masyarakat, utamanya korban bencana dapat menerima input informasi yang valid dan akurat.

Sekali lagi, jangan ujuk-ujuk berangkat, bila persiapan belum matang.
Tim publikasi dan dokumentasi saya instruksikan untuk menjadi celah utama publikasi mengenai upaya Pemprov Kaltara ini. Publikasi harus dilakukan dengan cerdas, tepat dan valid. Tim ini harus memantau dan mewaspadai informasi hoax yang muncul dari medsos atau lainnya.

Hal yang patut diantisipasi lainnya, adalah adanya oknum yang ingin memanfaatkan momen ini untuk memperoleh keuntungan pribadi, dengan merusak citra pemerintah.

Sebab, saya menilai upaya kita ini menjadi komoditas politik oleh sebagian pihak yang tak bertanggung jawab. Didalam tim bantuan kemanusiaan, juga saya minta untuk tidak mengakomodir pihak-pihak yang berkeinginan meraih keuntungan dari upaya Pemprov ini.

Agar berjalan maksimal, khususnya urusan evakuasi, tim harus menyurati kepala daerah di Kaltara terkait dengan pembagian kewenangan evakuasi dan pemulangan warga Kaltara yang sudah difasilitasi Pemprov ini. Untuk memperkuat legitimasi, saya akan menerbitkan surat perintah untuk organisasi tim ini.

Tugas lain dari tim, setiap aset yang digunakan dalam kegiatan ini harus dipastikan kondisi dan keberadaannya. Semua aset yang digunakan, harus kembali ke Kaltara. Jika perlu, koordinasi untuk adanya pengawalan dari aparat keamanan selama berada di lokasi bencana. *wa2n.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *