Irianto Lambrie Hadiri Evaluasi DOB

redaksiOctober 11, 20189min170

SOLO – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie, kemarin siang menghadiri pertemuan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan 18 DOB (daerah otonomi baru) pembentukan Tahun 2012-2014 di Arcadia Ballroom The Alana Hotel, Kota Solo, Jawa Tengah.

Dimana Kalimantan Utara (Kaltara) juga termasuk, salah satu dari 18 DOB yang dilakukan evaluasi tersebut. Dan juga merupakan satu-satunya provinsi. Karena lainnya berupa pemerintah kabupaten dan kota.

Ini merupakan evaluasi tahun kelima. Bahkan, untuk Kaltara oleh Menteri Dalam Negeri langsung telah dinyatakan ‘lulus’ dan disahkan sebagai daerah otonomi penuh bersamaan HUT ke-5 Provinsi pada 22 April 2018 lalu.

“Dalan pertemuan ini, saya diberi kesempatan untuk memberikan pemaparan terkait perkembangan daerah otonomi baru, ” ujar Irianto.

Ada beberapa yang di sampaikan pada kesempatan ini. Mulai dari bagaimana membangun Kaltara dengan tanpa memiliki apa-apa, hingga berbagai capaian yang sudah diperoleh sekarang.

Untuk diketahui, dari evaluasi Kemendagri, Kaltara sudah memenuhi 95 persen lebih untuk 10 indikator penilaian yang harus dipenuhi sebagai DOB. Hasil akhir evaluasi, Kaltara mendapatkan nilai 90,50 atau kategori baik.

Sumber Daya Manusia Aparatur, fasilitas perkantoran, aksebilitas, infrastruktur, alhamdulillah semua telah terpenuhi. Tinggal beberapa kilometer batas wilayah yang masih dalam proses penyelesaian.

Di bidang infrastruktur dan aksebilitas. Didukung oleh pusat, pembangunan jalan dan jembatan menjadi prioritas. Utamanya di wilayah perbatasan. Alhamdulillah, sekarang infrastruktur jalan di Kaltara sudah bagus. Dan secara bertahap, kita terus bekerja cepat agar seluruh wilayah di Kaltara terkoneksi dengan jalan yang bagus.

Hal lainnya, indikator keberhasilan DOB Kaltara adalah dalam hal pengelolaan keuangan. Alhamdulillah selama 4 tahun berturut-turut, berdasar hasil pemeriksaan BPK, Kaltara selalu mendapatkan opini WTP (wajar tanpa pengecualian).

Tak hanya pengelolaan keuangan yang baik, Kaltara juga berupaya melakukan efisiensi, dengan tidak mengganggu anggaran prioritas. Yang mana anggaran yang tidak produktif, seperti perjalanan dinas dikurangi, serta honor-honor kegiatan, dan hasilnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. Seperti untuk program rehab rumah warga miskin, membangun jalan, dan program-program lainnya.

Dalam pertemuan itu juga, sekaligus menegaskan bahwa beberapa DOB yang dibentuk pada Tahun 2012-2014 sudah resmi menjadi daerah otonomi penuh. Termasuk Kaltara.

Ini menjadi tonggak, sekaligus pelecut untuk bekerja lebih keras lagi. Dengan keterbatasan, kita harus optimis bisa mengejar ketertinggalan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Kuncinya dari kita, yang harus bekerja keras, kerja cepat, cerdas dan ikhlas. Yang tentunya dengan dukungan penuh dari masyarakat Kalimanta Utara, yang memiliki pola pikir maju.

“Tak ada yang tidak mungkin, jika ada keinginan kuat dan disertai kerja keras kita, ” tutup Irianto. * wa2n.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *