Pemprov Kaltara Terus Pacu Peningkatan Mutu Pendidikan

redaksiDecember 2, 20182min60
Alokasi Dana Untuk Pendidikan di Kaltara.

TANJUNG SELOR -Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara saat ini terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang ada di wilayah ini.

Pada 2018, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara dibangun sejumlah Ruang Kelas Baru (RKB), ruang praktik baru, hingga rehabilitasi beberapa ruang kelas.

Sesuai kewenangan pemerintah provinsi, kegiatan pembangunan ini dilakukan di SMA/SMK yang ada di kabupaten/kota se-Kaltara.

Sesuai laporan dari Disdikbud Kaltara, semua kegiatan ini sudah selesai dilakukan di beberapa SMA maupun SMK yang ada di Kaltara. Dana untuk pembangunannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ada 12 RKB yang dibangun di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri di Kaltara. Kemudian sebanyak 3 unit ruang kelas dilakukan direhabilitasi.

Selain pembangunan RKB dan rehabilitasi ruangan, melalui DAK juga, Pemprov Kaltara melakukan pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) sebanyak 6 unit.

Tiga unit di antaranya di SMK Negeri yang berada wilayah kawasan Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Yakni, di SMK Negeri 1 SPPN Malinau dengan alokasi anggaran Rp 800 juta, SMK Negeri 1 Tulin Onsoi senilai sekitar Rp 1 miliar dan SMK Negeri 1 Malinau sebesar Rp 768 juta.

Pembangunan infrastruktur, berupa sarana dan prasarana sekolah ini, kita lakukan juga agar SMA dan SMK di Kaltara memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekolah.

Sarana lain, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, tahun ini juga ada ada 4 unit ruang guru yang dibangun. Yakni, ruang guru SMA Negeri 1 Tanjung Palas, SMA Negeri 2 Tarakan, SMA 11 Malinau, dan SMA Negeri 1 Nunukan Selatan. Dengan anggaran masing-masing sekolah sebesar Rp 340 juta.

Pembangunan sarana dan prasarana, mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Saya sampaikan banyak terima kasih, utamanya kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ini juga merupakan hasil dari komunikasi instensif yang kita lakukan dengan pusat. * Wa2n.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *