Suara Pembangunan

Ini Penyebab Warga Trans SP1 dan SP2 Tak Kunjung Terima Sertifikat Tanah

0

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Transmigrasi Dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, EC Sutrisno, oftimis pada tahun anggaran 2017 ini seluruh lahan perumahan dan lahan garapan maupun lahan cadangan warga Transmigrasi SP 1 dan SP 2 Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah bisa segera disertifikatkan. Artinya kegalauan warga yang terus bertanya kapan lahan mereka seratus persen menjadi hak milik kini terjawab sudah.
“Kenapa lebih kurang 10 tahunan warga Transmigrasi SP 1 dan SP 2 belum kunjung mendapat sertifikat, dikarenakan posisi sentra pemukiman mereka berada di Kawasan Budiday

a Kehutanan (KBK). Padahal disana sama sekali sudah tidak lagi memiliki pohon kayu mekanis yang produktif melainkan berupa hutan gulma ketika pertama kali dibangun oleh pemerintah, “ ujar EC Sutrisno diruang kerjana, Selasa 24/1/2017.
Menurutnya dengan berubahnya Rencana Umum Tata Ruang Wilayah (RUTRW) Kabupaten Bulungan, maka secara otomatis SP 1 dan SP 2 Desa Tanjung Buka akan  berada dikawasan KBNK. Dimana hal itu sudah disampaikan oleh Pemkab Bulungan kepada Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia dan DPR RI di Jakarta.
“Secara khusus saya bersama-sama anggota DPR RI  dan Dinas Kehutanan sudah menyampaikan perihal itu kepada Kemenhut. Dimana pihak kementrian memahami nya dan berjanji segera melepas kawasan tersebut, “ tukas Sutrisno.
Ia juga menambahkan, khusus warga SP 1 sebanyak 465 Kepala Keluarga dan SP 2 sebanyak 300 Kepala Keluarga. Terdiri dari warga kiriman dari daerah asal dan warga lokal Kabupaten Bulungan.
Yang sangat menggembirakan, bahwa sejak dimukimkan oleh pemerintah antusiasme warga Transmigrasi untuk membuka lahan dan bercocok tanam sangat tinggi sekali. Sehingga saat ini SP1 dan SP 2 Desa Tanjung Buka menjadi salah satu daerah andalan Kabupaten Bulungan sebagai sentra penghasil beras. * Rie.

print