DPRD Kaltara


redaksiApril 13, 20181min590
Bimtekh Anggota DPRD Kaltara di Bandung Provinsi Jawa Barat

BANDUNG – Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Kaltara di Holiday Inn Kota Bandung dari Hari Minggu 11 sd 15 Februari 2018, sebagai sarana peningkatan SDM anggota Legislatif.

Dimana untuk kali ini diselenggarakan oleh Universitas Pasundan Provinsi Jawa Barat. Bimtek tersebut selain merupakan wadah menimba ilmu pengetahuan seputar tugas pokok dan meningkatkan kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD juga merupakan wadah refleksi dan evaluasi kinerja DPRD selama masa sidang yang lalu.

Dengan harapan kedepan bisa bekerja lebih maksimal lagi ke masa berikutnya.

Semoga dengan sisa waktu yang masih ada dapat lebih baik lagi. Khususnya tugas pengawasan yg melekat pada tugas jabatan anggota DPRD. * wa2n.



redaksiMarch 26, 20182min600
Kunker Komisi II DPRD Kaltara ke Kementrian Perikanan dan Kelautan di Jakarta

JAKARTA – Kunjungan kerja Komisi II DPRD Kaltara ke Kementerian Perikanan dan Kelautan RI di Jakarta, yang dipimpin langaung oleh Drs. Jhonny Laing Impang, M.Si. berkaitan dengan tuntutan Masyarakat mengenai Pukat Hela yang telah di tarik oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, menghasilkan beberapa agenda penting yang harus ditindaklanjuti di provinsi ke 34 di Indonesia itu.

“Saat Ini keberadaan Pukat Hela dan Pukat Tarik telah di larang pengoperasiannya di seluruh perairan indonesia. Dan pelarangan tersebut tertuang dalam Permen KP no 2 tahun 2015 tentang pelarangan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, ” kata Jhony.

Dari data tersebut lanjutnya, telah disampaikan oleh Kepala Bidang Tangkap DKP Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kaltara, Adriani, dimana di Kabupaten Bulungan sebanyak 152. kotamadya Tarakan 663, Kabupaten Nunukan 152, KTT 37. bahkan jumlah tersebut akan bertambah.

Dalam kesempatan yang penuh akrab tersebut juga disampaikan oleh Direktur Pelayanan Perikanan D2PT KKP, Fritz P Lesnusla, Pihaknya akan mendata sesuai dengan data yang diterima sebelumnya dan akan berkoordinasi pada bidang yang menangani masalah tersebut.

Untuk Provinsi Kalimantan Utara sebagai gerbang depan yang berhadapan langsung dengan negeri jiran ini. Kabupaten Nunukan tepatnya di Sebatik Akan Kita bangun palabuhan perikanan dan 60 unit bantuan kapal untuk nelayan serta bantuan alat tangkap ikan. akan diprioritaskan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan. (HMS/wa2n).



redaksiMarch 26, 20181min520
Kunjungan Dubes RRT ke Kaltara beberapa waktu lalu

TARAKAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Uara H Abd Djalil Fatah, SH, MM bersama Gubernur Kalimantan Utara. Dr. H. Irianto Lambrie menyambut kedatangan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Mr. Xiao Qian di Bandara Juwata Tarakan beberapa waktu lalu.

Adapun tujuan kunjungan Dubes RRT tersebut ialah membahas kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan RRT dalam rangka mengembangkan kerangka koridor ekonomi komperatif ada 3 provinsi di indonesia yaitu Kaltara, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara ditambah Provinsi Bali untuk sektor wisata.

Menanggapi terobosan Pemprov Kaltara itu, Wakil Ketua DPRD Kaltara H Abdul Djalil Fatah sangat mengapresiasi, sekaligus mengajak masyarakat untuk mendukung setiap program pemerintah.

“Kita harus bahu membahu bersama membangun daerah, agar supaya cita-cita untuk menuju Kaltara terdepan segera terwujud, ” ajak nya. (HMS/wa2n).



redaksiMarch 26, 20181min620
Penyerahan Tumpeng Oleh PLT Sekprov Kaltara Syaiful Herman Kepada Wakil Ketua DPRD Kaltara H Abdul Jalil Fatah

TANJUNG SELOR – Wakil Ketua I DPRD provinsi Kalimantan Utara H Abdul Jalil Fatah, beberapa waktu lalu berkesempatan menghadiri acar syukuran dan peringatan Hari Ulang Tahun Ke 38 Dewan Kerajinan Nasional yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama.

Acara ini di selenggarakan oleh Dewan Kerajinan Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Di gedung Serbaguna Kantor Gabungan Dinas Pemprov Kalatara.

Menanggapi itu, Abdul Djalil berharap lebih meningkatkan potensi yang ada di daerah seperti kerajinan tangan dari bahan rotan, bambu, jenis kulit kulit, rumput-rumputan, dari akar akaran, manik-manik, kulit kerang, kuliner, dan batik itu bisa lebih ditingkatkan lagi.

Shingga bisa menambah nilai jual dan daya saing, maka dari itu perlu dilakukan pelatihan pelatihan dan pembinaan dari pemerintah setempat, dimana kita memiliki potensi bahan baku di daerah kita ini, untuk itu perlunya Instansi yang terkait untuk melakukan. (HMS/wa2n).



redaksiMarch 26, 20181min560
Kunjungan koordinasi DPRD Kaltara ke DPRD Makasar

MAKASAR – Tim Pansus 1 DPRD Provinsi Kalimantan Utara belum lama ini melakukan konsultasi dan koordinasi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam rangka persiapan Rancangan Peraturan Daerah Kalimantan Utara tentang TPTGR.

Pada kunjungan itu, Tim Pansus 1 Kaltara ditemui oleh Kasubbag Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Daerah dan Kabag Keuangan Setwan Provinsi Sulawesi Selatan.

Guna membahas efektivitas perda yang sudah ditetapkan khususnya perda tentang TPTGR, juga membahas komponen-komponen penting isi Raperda.

Menurut Kasubbag Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Daerah bahwa Raperda yang dibuat menyesuaikan dengan kondisi / keadaan / kebutuhan daerah asal tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.

Dalam penyampaian ketua Pansus 1 DPRD Kaltara, Albert Pangeran, mengatakan, bahwa tujuan kunjungan ini dalam rangka memperkaya dan memperlengkapi Raperda yg sedang di bahas.

Pertemuan itu juga dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, MarwansyahbS Sos dan dihadiri oleh seluruh anggota Pansus. (Hms/wa2n) .



redaksiMarch 26, 20182min680
Norhayati Andris Anggota DPRD Provinsi Kaltara
TANJUNG SELOR – Bendahara DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Utara (Kaltara), Norhayati Andries, mengingatkan kepada seluruh kader Partai disemua tingkatan untuk terus melaksanakan amanat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Yakni harus benar-benar peduli terhadap kepentingan masyarakat kecil, khususnya warga masyarakat yang berdomisili diperbatasan batas negara Republik Indonesia.

“Sebagai petugas partai, seluruh kader harus taat sebagaimana yang sudah dilakukan jajaran DPD PDIP Kaltara bersama jajaran DPC PDIP Kabupaten Kota, “ ujarnya.

Menurutnya bila kita menyebut Panca Sila sebagai dasar negara maka itu juga menjadi kiblat PDIP. Dan marwah partai yang dicetuskan oleh Bung Karno sebagai bapak bangsa sekaligus perumus Panca Sila tersebut.

“Mengutif amanat bapak bangsa itu yakni jangan sekali-sekali Panca Sila dilupakan. Maka itu kita bersukur dengan pemerintahan Presiden Jokowi tepat tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional, “ imbuh Ati sapaan akrabnya. *

wa2n.



redaksiMarch 26, 20184min640
Norhayati Andris Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara
TANJUNG SELOR – Tumbuhan Tuba adalah sejenis tumbuhan perdu yang akarnya sering dimanfaatkan oleh penduduk asli Kalimantan Utara untuk meracun ikan yang berada disungai. Racun Tuba ini sifatnya tidak membunuh, melainkan hanya melumpuhkan ikan sementara waktu saja, sehingga ikan-ikan tetap bisa dilestarikan.

Sayangnya tidak semua masyarakat dibeberapa daerah di Kaltara yang bisa memanfaatkan racun tuba tersebut, lantaran telah terjadi kerusakan alam yang cukup signifikan sehingga berpengaruh terhadap biota sungai yang ada. Karena ekploitasi alam seecara sporadis yang mengakibatkan musnahnya hutan dan penambangan mineral hampir merata di pedalaman Kalimantan Utara sejak beberapa tahun terakhit.

Menurut Norhayati Andries, Ketua Komisi 1 DPRD Kalimantan Utara menyebutkan, dikalangan Suku Dayak Kenyah, Nuba atau menangkap ikan dengan cara menabur racun akar tuba tersebut merupakan acara tradisional mereka. Yang di lakukan setiap akhir masa panen untuk mencari lauk pauk khususnya untuk menghadapi persiapan pesta panen tersebut.

Acara Nuba ini ini juga sudah di lakukan sejak turun temurun walaupun ini kurang relevan dengan kondisi sekarang tapi ini adalah adat istiadat yang perlu di lestarikan.

“Sekedar diketahui, Tuba itu sendiri berasal dari akar tumbuhan yang di hancurkan sampai halus. Lalu di peras airnya dan di tampung dalam perahu masyarakat sehingga mencapai puluhan perahu yang harus di isi air tuba untuk di tenggelamkan ke air sungai, “ tukas Norhayati.

Ati sapaan akrab politisi PDIP Kaltara ini juga menambahkan, dampak dari rendaman air akar Tuba itu membuat ikan-ikan yang ada didasa sungai spontanitas mabuk dan timbul ke permukaan air. Disaat ikan itu timbul masyarakat memperebutkan ikan tersebut. Sehingga seketika membuat Susana riang gembira.

Untuk diketahui, acara Nuba ini juga merupakan ajang tradisi silaturahim seluruh warga yang desanya berdekatan.

“Untuk persiapannya di haruskan peserta tidur dan bermalam di lokasi sungai yang akan di Tuba. Dimana suasana malam tumbuk tuba ini mirip seperti pasar malam. Para pemuda pemudi dan peserta wajib ikut tumbuk tuba itu.

Sedangkan para ibu-ibu kebagian membuat bekal untuk acara besok, khususnya untuk Keluarga masing-masing. Dan untuk menangkap ikan yang ada juga ada tata acara nya, ada aturan main dan pantangan yang harus ditaati oleh peserta, salah satunya tidak boleh menimpas ikan didalam sungai.

“Untuk acara Nuba kita laksanakan di Sungai Berun, yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat ditiga desa, masing-masing Warga Desa Long Telenjau, Longbang Hulu dan Longbang Hilir, kata Norhayati.
Adapun jumlah peserta sekitar lebih kurang 500 orang, dengan armada perahu sekitar 300 buah.

“Saya berharap acara Nuba ini bisa dilestarikan dan menjadi kalender tetap bagi warga masyarakat disana, “ pungkas Norhayati Andries. *

wa2n.



redaksiMarch 26, 20182min700
Andi Zakariah ST Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Andi Zakariah berharap agar, agar proses percepatan pembangunan perekonomian masyarakat secara merata bisa segera terwujud.
Untuk sektor pertanian sebutnya, diharapkan instansi yang membidangi bisa membuat pemetaan (Mapping). Misalnya untuk kabupaten A yang pantas dikembangkan apa dan Kabupaten B tanaman apa, serta OPD dimaksud bisa menyiapkan lahan sesuai peruntukannya.

Supaya kedepan keinginan pemerintah untuk menjadikan Kalimantan Utara sebagai yang terdepan di Indonesia bisa benar-benar terjadi sesuai keinginan kita bersama.
“Harapan selanjutnya kalau bisa pemerintah wajib mengarahkan para petani kita untuk menanam merica, kakao dan jenis tanaman lain yang bisa bertahan lama bila disimpan. Jenis tanaman itu juga diketahui sangat memiliki komoditas ekspor yang tinggi dan sangat dibutuhkan oleh negara luar, terutama di Malaysia, “ ujarnya.. * wa2n.



redaksiMarch 23, 20182min700
Agenda Reses Asnawi Arbain SH M Hum Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara di Desa Plaju Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Agenda Reses yang dilaksanakan oleh Asnawi Arbain, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara di Desa Pelaju, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan beberapa waktu lalu dalam rangka menyerap Aspirasi masyarakat, menghasilkan beberapa agenda penting yang akan disampaikan kepada Pemprov agar bisa segera ditindaklanjuti.

Diantaranya soal penetangan, perumahan dinas guru dan Tower Telkomsel, agar akses komunikasi warga bisa selancar masyarakat lain di Kaltara yang notabene hidup diperkotaan.

Menurut warga, sudah hampir 1 abad kemerdekaan, namun penerangan didesa ini hanya menghandalkan cahaya dari PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Itu pun saat ini dalam kondisi rusak dan sudah lama tidak berfungsi.

Selain itu, perumahan bagi Guru-Guru juga mendesak segera dibangun. Karena saat ini rata-rata mereka menempati rumah sampai 3 – 4 Kepala Keluarga bersama Istri dan anaknya. Tentu sangat tidak nyaman untuk sebuah rumah yang layak untuk hunian.

Selain itu, warga juga berharap sinyal untuk handphone sebagai alat komunikasi juga bisa dimaksimalkan. Mengingat saat ini sinyal hanya ada pada titik-titik tertentu yang sudah ditandai warga.

“Cukup Kami saja yang merasakannya, kalian tidak akan sanggup, ” kata Uang Dilan salah satu warga Desa Pelaju.

Menanggapi usulan masyarakat itu, Asnawi Arbain, memgatakan bahwa usulan warga akan segera diteruskan kepada pemerintah, dengan harapan bisa ditindaklanjuti pada tahun anggaran mendatang. * wa2n.



redaksiMarch 23, 20182min570
Ando Zakaria ST Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara

NUNUKAN – Janji pemerintah untuk membuka akses resmi sebatik, Nunukan dan Tawau, Malaysia dipertanyakan lagi oleh masyarakat Pulau Sebatik. Pasalnya, permintaan untuk segera dibukanya akses resmi tersebut sedang dinanti masyarakat dan sampai saat ini belum dilaksanakan.

Di pulau sebatik sendiri, sejak mencuatnya rencana pembukaan akses tersebut oleh forum Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) Desember 2017 lalu masyarakat nya tetap menantikan hal itu bisa segera diwujudkan.

Mengingat, selain pernah dibahas dalam forum tersebut, perwakilan pemerintah Malaysia juga sudah pernah melakukan kunjungan ke Dermaga Pangkalan Batu Desa Sungai Pancang, Sebatik Utara untuk memastikan persiapan jalur resmi tersebut pada bulan juni 2017 lalu. Sayangnya hasil kunjungan itu belum mebuahkan hasil yang pasti mengenai kapan rute itu bisa dibuka.

Menanggapi hal itu, Andi Zakaria, ST Anggota DPRD Provinsi Kaltara cukup menyayangkan rencana pembukaan jalur resmi kedua daerah perbatasan itu hingga kini belum dibuka. Padahal speedboat yang bakal dijadikan mode transportasi utama untuk jalur resmi rute tersebut sudah disiapkan.

“Nanti kita akan tindak lanjuti karena pihak kami (DPRD Kaltara) juga belum mengerti secara pasti permasalahannya. Apalagi itu kan memang aspirasi masyarakat Sebatik saat kita melakukan kunjungan (reses), ” ujarnya.

Karena lanjutnya, Warga Sebatik sangat mengiginkan ke Tawau tidak secara ilegal lagi atau secara sembunyi-sembunyi.

Mereka itu sebenarnya mengiginkan jalur resmi, entah itu menggunakan speedboat ataupun kapal dan lain-lain sebagainya. Tidak hanya itu warga pulau Sebatik yang akan menuju ke Tawau tidak lagi diharuskan menuju ke pulau Nunukan untuk mendapatkan cap paspor dari kantor imigrasi Nunukan ataupun menggunakan jalur resmi yang berada di Nunukan, ” ungkap Zakariah.

Karena hal itu cukup dikeluhkan oleh masyarakat Pulau Sebatik lantaran harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak serta menempuh perjalanan yang cukup jauh lagi. * wa2n/hms.