Kemenhub Alokasi Rp 1 Triliun untuk Pengembangan Bandara di Kaltara

0 18

JAKARTA, – Komunikasi instensif yang dilakukan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie ke pemerintah pusat, melalui berbagai kementerian kembali membuahkan hasil. Salah satu usulan yang disetujui adalah pengembangan bandara dan sarana perhubungan lainnya di Kaltara. Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi menjanjikan akan mengalokasikan anggaran Rp 1 triliun, untuk pembangunan sektor perhubungan pada 2018 mendatang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menhub Budi saat bertemu dengan Gubernur Kaltara di ruang kerjanya, Senin (24/7) pagi. Dana sebesar Rp 1 triliun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini, akan diberikan secara bertahap, untuk mengembangan sektor perhubungan, khususnya udara. “Terima kasih kepada bapak Menteri yang telah memberikan perhatiannya kepada Kaltara,” ujar Irianto usai pertemuan tersebut.
Gubernur menyebutkan, sejumlah usulan yang telah disetujui tersebut, di antaranya pengembangan Bandar Udara (Bandara) perintis yang ada di wilayah perbatasan dan pedalaman. Seperti Long Layu, Long Bawan, Long Apung. Selain itu, juga diusulkan Irianto untuk pengembangan Bandara Malinau.
Dari pertemuan tersebut pula, Menhub menyarankan agar pengembangan dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas. Karena itu, Irianto mengusulkan Bandara Perintis di Long Layu dan Long Bawan untuk segera dikerjakan pada 2018 ini. Mengingat kondisi geografis daerah itu sangat berada di ujung perbatasan.

Seperti diketahui, panjang landasan pacu bandara di wilayah tersebut 1.600 meter. Hanya saja, konstruksinya perlu dilakukan sejumlah perbaikan untuk menunjang pelayanan penerbangan di wilayah perbatasan. Sedangkan untuk Bandara Malinau, diusulkan untuk dilakukan perpanjangan landasan pacu (runway) sepanjang 200 meter sehingga menjadi 1.800 meter. “Untuk Bandara Long Apung dan Malinau akan dianggarkan pada tahun berikutnya,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Irianto juga menyampaikan, Menhub berencana untuk mengunjungi Kaltara. Kunjungan itu dengan maksud untuk melihat pengembangan sektor perhubungan yang berpotensi di Kaltara, khususnya di wilayah perbatasan dan pedalaman.
Irianto mengatakan, perhatoian ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam membangun beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, dukungan dari segenap pihak sangat dibutuhkan untuk melancarkan program pemerintah tersebut.
“Dukungan dari masyarakat dan segenap pihak sangat dibutuhkan agar pembangunan di wilayah perbatasan khususnya di Kaltara dapat segera tereaisasi,”jelasnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi membenarkan akan menanggarkan Rp 1 Triliun untuk pengembangan Bandara di wilayah perbatasan. Namun mengingat keterbatasan anggaran, pemerintah pusat baru akan membaginya secara bertahap, mulai 2018 hingga 2020 mendatang.
“Kita mulai pada tahun depan (2018), bahkan yang dikerjakan pun tidak semua tapi berdasarkan prioritas. Misalnya Bandara Long Layu dan Long Bawan. Sedangkan untuk bandara lainnya seperti Long Apung dan bandara Malinau maupun pembangunan Bandara Sebatik dapat dikerjakan pada tahun berikutnya,” ujar Budi. (humas)

print
Leave a comment