Suara Pembangunan

Kaltara Usulkan Jaringan Jalan ke Kawasan Industri ke APBN

0

JAKARTA, – Kementerian Perindustrian bersama lima pemerintah daerah dan sejumlah pejabat lintas kementerian kembali merapatkan barisan membahas percepatan realisasi sejumlah kawasan industri di Tanah Air. Termasuk salah satunya Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Selain KIPI, empat kawasan industri lain yang juga dibahas dalam pertemuan di Kantor Kementerian Perindustrian RI, Rabu (26/07) kemarin. Antara lain Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE di Gresik Jawa Timur, Kawasan Industri Dumai (Riau), Kawasan Industri Wilmar (Serang, Banten), dan Kawasan Industri Tanjung Buton (Riau).

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, dirinya telah mendelegasikan kepada OPD (organisasi perangkat daerah) terkaitnya untuk mengakuti pertemuan tersebut. Yaitu diwakili Kepala Dinas PUPR Perkim Suheriyatna, Kepala Bappeda dan Litbang Frederick Ellia, dan Kepala Bidang Bina Marga Sudjadi.
Gubernur mengatakan, dalam pertemuan yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Imam Haryono itu, Kaltara menyampaikan usulan agar segala infrastruktur pendukung menuju lokasi Kawasan Industri Tanah Kuning statusnya ditingkatkan menjadi status nasional. Seperti ruas poros Tanjung Selor – Tanah Kuning – Mangkupadi dan poros Berau – Tanjung Batu – Kampung Baru yang hingga kini bertatus jalan pemerintah daerah provinsi.

“Kita usul ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasionak, agar ruang APBN bisa lebih banyak menopang. APBD Kalimantan Utara saat ini di samping masih kecil, juga supaya lebih bisa difokuskan ke ruas jalan perbatasan,”

ungkapnya.
Selain jalan, lanjut Irianto, pembangunan dan peningkatan jembatan harus direalisasikan cepat. Gubernur meminta agar infrastruktur jembatan menuju lokasi kawasan industri mendapat bantuan dari APBN guna kepentingan pembenahan.

Jembatan yang dimaksud, terang Irianto yang didampingi Kepala Dinas PUPR-Perkim Suheriyatna, seperti jembatan Kembar Jelarai, jembatan Sungai Mangkupadi, dan jembatan Sungai Pindada.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan, untuk percepatan realisasi kawasan industri, Pemprov Kaltara segera membentuk Badan Pengelola Kawasan Industri. Hal ini juga menindaklanjuti keinginan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto belum lama ini.

Demikian pula penyediaan lahan, Irianto menegaskan, Pemprov Kaltara akan bergerak cepat mengadakan lahan kawasan industri seluas kurang lebih 25 ribu hektare. “Sudah ada pencadangan tahap awal 14 ribu hektare,” ujarnya.

Banyaknya lahan-lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan di rencana lokasi kawasan industri kata Gubernur, akan diupayakan pelepasannya dengan memberi sosialisasi kepada perusahaan yang berkegiatan usaha di lokasi tersebut. “Solusinya, kita ada lahan pengganti yang luas. Kami harus bicara dengan perusahaan. Lokasi pengganti itu tidak jauh juga dari lokasi rencana kawasan industri,” kata Irianto.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian RI, Imam Haryono memberi apresiasi atas percepatan upaya realisasi yang dilakukan Kaltara. Tahap demi tahap yang dilakukan diyakininya akan membangun kepercayaan investor terhadap pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kami apresiasi-lah. Walau baru masuk ke Proyek Strategis Nasional, tapi tahapannya jelas. Mudahan-mudahan dapat terus dipacu utamanya penyediaan lahan, studi kelaikan, dan DED. Kalau kawasan industri yang lain sudah setengah jalan, karena memang tahapannya sudah dimulai sejak lama,” pungkasnya. (humas)

Infrastruktur Jalan dan Jembatan ke Kawasan Industri Tanah Kuning
1. Pembangunan jalan primer, 50 meter x 35 kilometer (Km).
2. Pembangunan jalan sekunder, 44 meter x 29 Km.
3. Infrastruktur jalan. Tanjung Selor – Tanah Kuning Segmen 1 (Tanjung Selor – Sajau) 26 Km. Nilai: Rp 312 miliar
4. Infrastruktur jalan. Ruas jalan Tanah Kuning – Mangkupadi, 10,12 Km. Nilai: Rp 151 miliar
5. Infrastruktur jalan. Ruas jalan Mangkupadi – Pindada, 5,6 Km. Nilai: Rp 84 miliar
6. Infrastruktur jalan. Ruas jalan Pindada – Kampung Baru, 6,2 Km. Nilai: Rp 93 miliar
7. Infrastruktur jalan. Ruas jalan Kampung Baru – Karang Tigau (batas Bulungan – Berau), 24,9 Km. Nilai: Rp 298 miliar
8. Infrastruktur jalan. Ruas jalan Trans Kalimantan (Km 50) – Mangkupadi, 50,5 Km. Nilai: Rp 606 miliar
9. Infrastruktur jembatan. Sei Sajau ruas Jalan Tanjung Selor – Tanah Kuning. Nilai: Rp 75 miliar
10. Infrastruktur jembatan. Sei Mangkupadi. Ruas jalan Tanah Kuning – Mangkupadi. Nilai: Rp 50 miliar
11. Infrastruktur jembatan. Sei Pindada. Ruas jalan Mangkupadi – Pindada. Nilai: Rp 100 miliar
12. Infrastruktur jalan. Ruas jalan Tanjung Selor – Tanah Kuning segmen 2 (Sajau – Tanah Kuning), 22 Km. Nilai: Rp 264 miliar
13. Infrastruktur jalan. Ruas Jalan Outer Ring, road Bulungan segmen 5, 14,5 Km. Nilai: Rp 174 miliar

print