Pusat Kucurkan BOK untuk Kaltara Rp 37,5 M

Gubernur Himbau Petugas Kesehatan Segera Jemput Bola

0 36

JAKARTA – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK),  non fisik untuk Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar Rp 37,5 Miliar (M) untuk Provinsi Kaltara. Dana tersebut, diperuntukkan membantu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di provinsi termuda ini.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, BOK tersebut dapat dimanfaatkan oleh petugas kesehatan untuk datang ke masyarakat. Sebab, menurut Irianto, kualitas pelayanan kesehatan di Kaltara menjadi prioritas utama yang harus dilakukan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.

“Apabila masyarakatnya sehat, akan memicu semangat masyarakat dalam bekerja, sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Irianto, Senin (20/2).

Irianto juga menyampaikan, realisasi BOK tersebut melalui Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan. Di mana Satgas tersebut terdiri dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Kaltara. Untuk itu, Irianto mengimbau, agar dinas kesehatan kabupaten/kota juga segera membentuk satgas kesehatan di wilayah masing-masing dengan melibatkan unsur lain di luar Dinas Kesehatan.

“Berdasarkan, informasi dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Satgas Kesehatan Kaltara sudah terbentuk. Kita berharap juga segera terbentuk satgas di lingkungan kabupaten/kota dengan melibatkan unsur lain di luar dinas kesehatan. Apakah mungkin melibatkan tokoh masyarakat atau Ketua RT di masing-masing kelurahan,” jelasnya.

Irianto menyebut ini merupakan tugas mulia yang harus dikerjakan dan bagi yang terlibat dalam satgas harus berbangga karena diberikan amanah untuk memberikan layan kesehatan bagi warga khususnya bagi keluarga tidak mampu. Untuk itu, Dinas Kesehtan yang ada di kabupaten/kota agar segera bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk mencari orang miskin yang tidak bisa berobat agar segera didata.

Irianto mengatakan, jika pelayanan kesehatan tersebut dapat berjalan dengan baik. Tentu akan berdampak positif bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Selain itu pula, petugas kesehatan, kata Irianto, telah melakukan tugas mulia, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Ini merupakan tugas mulia, yang dapat menjadi ladang amal bagi petugas kesehatan karena harus berjibaku menyelematkan nyawa orang banyak,” ungkapnya.

Irianto juga berpesan, pemerataan pelayanan kesehatan harus terus dilakukan dengan koordinasi dan komunikasi dengan Kemenkes. Agar nantinya diberikan perhatian khusus lewat bantuan-bantuan SDM kesehatan, seperti Wajib Kerja Spesialis (WKS), pendidikan profesi untuk pemahiran dan pemandirian dokter setelah lulus pendidikan dokter utk penyelarasan hasil pendidikan dengan kondisi di lapangan atau program Internshif Dokter, dan Nusantara Sehat (NS) supaya dapat tersalurkan dengan baik.

“Kita sedang mengupayakan untuk berkoordinasi dengan Kemenkes. Untuk Internship, Bulungan serta Tarakan sudah ada dan NS ada sekitar 80 orang baru datang dari Kemenkes, hal ini untuk menunjang pemerataan pelayanan di wilayah perbatasan,” ujarnya. (humasprov)

print
Leave a comment