Rencana Induk Pariwisata Tunggu Penyusunan dari Bappeda Kaltara

0 53

TANJUNG SELOR – Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPPAR) saat ini sedang menunggu penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi (RIPPAR-PROV) oleh Badan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kaltara.

Hal ini juga disampaikan langsung Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Ahmad Haerani. Kata dia, pihaknya menunggu RIPPAR-PROV tersebut sebelum melakukan pembangunan pariwisata di Kaltara jika RIPPAR-PROV telah disusun, maka pihaknya dapat memetahkan potensi destinasi pariwisata yang ada di Kaltara. selain itu dapat dijadikan sebagai acuan pihaknya untuk melakukan pembangunan dalam jangka lima tahun kedepan. Ucapnya saat ditemui di ruang kerja (18/04).

“Informasinya sudah ada Pokja yang terbentuk menyusun RIPPAR-PROV tersebut. dan kami menunggu hasilnya,” jelasnya.

Ahmad menambahkan, berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 Tahun 2016 tentang pedoman penyusunan rencana induk pembangunan kepariwisataan provinsi dan kabupaten maupun kota, draf hasil dari RIPPAR-PROV tersebut akan dilanjutkan oleh
Dinas Pariwisata dengan membuat naskah akademiknya. Jika tahun ini sudah jadi RIPPAR-PROV-nya, maka pihaknya akan menyiapkan naskah akademik untuk acuan awal provinsi ini. Jadi itu yang ada di dalam aturannya, ucapnya.

Ia juga menjelaskan, tahun 2018 mendatang Dinas Pariwisata akan mengusulkan regulasi alias payung hukum berupa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pariwisata di Kaltara. Pihaknya bisa ajukan ke DPRD untuk dijadikan Perda (Peraturan Daerah) agar acuan melaksanakan pembangunan pariwisata bisa lebih jelas.

“Karena ini nanti akan bicara aset, sehingga tahun depan bisa ajukan anggaran untuk pengelolaan pariwisata di Kaltara,” ujarnya.

Tidak hanya itu, saat ini Dinas Pariwisata Kaltara masih melakukan pemantauan dan penjajakan potensi wisata yang ada di lima kabupaten dan kota yang ada.

“Sambil menunggu RIPPAR-PROV, kita melihat sejumlah potensi yang ada dan kedepan bisa dikembangkan,” pungkasnya. (ant)

print
Leave a comment