Tambah Kuota BBM Jelang Lebaran, Kabupaten-Kota Diminta Ajukan Usulan

0 15

TANJUNG SELOR – Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) juga akan mengajukan usulan penambahan kuota BBM (bahan bakar minyak). Namun hingga kini belum disampaikan, karena masih menunggu usulan dari kabupaten/kota.
Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Ferdy Manurun Tanduk Langi mengungkapkan, pihaknya berencana menambah kuota BBM, baik jenis Premium, Pertalite, Pertamax, hingga Solar untuk persiapan menjelang hari raya nanti. “Hanya saja untuk jenis mana dan berapa tambahan kuota yang diajukan masih akan dirapatkan kembali. Selain itu, kami juga menunggu laporan dari kabupaten/kota, untuk mengetahui berapa kebutuhannya,” ujar Ferdy.
Ferdy menjelaskan, kenaikan konsumsi BBM menjelang Idul Fitri rutin terjadi setiap tahun. Hal ini tentu saja untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Selain momen hari raya  Idul Fitri, permohonan penambahan kuota BBM biasanya juga diusulkan ketika menjelang moment Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
“Pengalaman tahun sebelumnya, biasanya dari masing-masing Kabupaten/Kota yang mengajukan permohonan penambahan kuota BBM. Tapi sampai hari ini (Selasa, 6 Juni) kita belum menerima laporan permohonan yang dimaksud,” imbuhnya.

Ferdy menambahkan, permohonan penambahan kuota BBM merupakan hal yang lumrah terjadi terutama menjelang Idul Fitri.  “Kalau kurang itu jarang, dan kalaupun ada masalah, biasanya terjadi karena pendistribusian saja yang lambat,” tegasnya lagi.
Lebih jauh diterangkan, untuk pendistribusian, khususnya di wilayah Tanjung Selor, sekarang diambil dari tempat pengisian melalui Join Bersama (Jober) Berau. “Untuk pengangkutannya harus pakai kendaraan yang sesuai dengan tonase (standar berat maksimum yang diijinkan berdasarkan kelas) jalan. Nah karena tonase jalan di jalan poros Berau kita terbatas, jadi Pertamina biasanya pakai mobil tangki yang biasa,” jelasnya.
Disebutkan, ada 4 unit mobil saja. Dan harus memenuhi permintaan di 3 Penyalur, yakni 2 SPBU besar di Tanjung Selor dan 1 APMS di Tanjung Palas. “Itupun biasanya harus bolak balik Berau-Tanjung Selor 2 kali setiap hari,” tambah Ferdy .
Kemudian untuk lebih mematangkan persiapan, sekaligus mengetahui berapa-berapa kebutuhan BBM di Kaltara, pekan depan direncanakan akan ada pertemuan. Dengan mengundang pihak kabupaten/kota, Pertamina dan pihak terkait lainnya.
Selanjutnya, guna mengakomodasi tren konsumsi yang ada, selain mengajukan penambahan stok produk, Pemprov juga terus berupaya mengawasi dan mengamankan pendistribusian BBM ke masyarakat dengan melakukan pemantauan berkala. (humas)

print
Leave a comment