Untuk Ketiga Kalinya, Presiden Jokowi Akan ke Kaltara

0 27

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi menyampaikan niatnya untuk kembali berkunjung ke Kalimantan Utara (Kaltara) dalam waktu dekat nanti. Presiden Jokowi akan meninjau lokasi untuk Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi di Tanjung Palas Timur, Bulungan, serta ke perbatasan RI-malaysia di Nunukan.

Rencana Presiden Jokowi ini disampaikan kepada Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (27/07). “Tadi saat bersalaman, Pak Presiden menyampaikan ke saya sambil menepuh pundak. Beliau mau ke Kaltara, meninjau kawasan industri dan perbatasan,” ujar Irianto usai Rakor.

Dikatakan, pihaknya akan segera melakukan persiapan untuk kedatangan Presiden Jokowi. Meski kapan waktunya masih belum dipastikan. “Kita akan segera persiapkan. Soal kapan waktunya, menunggu kesediaan dari Presiden,” tandasnya.

Kawasan Industri Tanah Kuning yang remcananya akan dikunjungi Presiden Jokowi, tercatat sebagai salah satu proyek strategis nasional sebagaimana tercantum dalam Lampiran Perpres 58 Tahun 2017, tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Kalimantan Utara juga tercatat sebagai provinsi perbatasan. Hal ini selaras dengan Nawacita Presiden Jokowi membangum Indonesia dari pinggiran.

Jika nanti terlaksana, kedatangan Presiden Jokowi merupakan ketiganya ke provinsi termuda di Tanah Air ini.

Kali pertama ke Kalimantan Utara pada 15 Desember 2014 membuka Musrenbang Regional Kalimantan. Esok harinya, Jokowi mengunjungi pos pantau perbatasan RI-Malaysia di Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Presiden Jokowi kembali berkunjung ke Kalimantan Utara pada 23 Maret 2016. Ia meresmikan terminal baru bandara udara internasional Juwata Tarakan.

Sementara itu, dalam arahannya saat membuka sekaligus memimpin Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2017, Presiden menyampaikan sejumlah hal penting. Salah satunya mengenai pengelolaan ekonomi. Disebutkan Presiden, ada dua hal utama dalam pengelolaan ekonomi. Yaitu memacu pertumbuhan ekonomi dan menekan laju inflasi.

Presiden mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin membaik. Bahkan kink termasuk tertinggi ketiga di antara negara-negara angota G20. Begitu juga mengenai inflasi, dalam kurun beberapa tahun terakhir, Indonesia mampu menekan laju inflasi di bawah 5.

Berdasarkan informasi Bank Indonesia (BI), rata-rata inflasi periode 2016 hingga Juli 2017 sebesar 3,02 persen. Angka ini turun dari inflasi 2015 yakni sebesar 3,35 persen. Sementara pada 2017, hingga memasuki kuartal kedua, nilai inflasinya 4,0 persen.

“Artinya kita sudah mulai masuk ke era inflasi rendah di negara kita,” ujar Jokowi saat rakor yang dihadiri sejumlah menteri kabinet kerja dan para kepala daerah se Indonesia itu.

Presiden juga mengapresiasi gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia. Kepala daerah dinilai mulai mengerti pentingnya mengendalikan inflasi.

Jokowi mengapresiasi kepala daerah yang mulai memperkuat sistem informasi tentang harga barang di wilayahnya. “Sehingga semua pasar bisa melihat harga-harga. Sehingga petani tahu harga di sebuah pasar itu berapa. Jadi pasar satu dan lainnya saling mengetahui,” ujar Jokowi.

Presiden berharap, kebijakan seorang kepala daerah untuk menekan inflasi dapat diaplikasikan juga oleh kepala daerah lainnya.
Sementara itu, terkait dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi Kalimantan Utara, disampaikan oleh gubernur Irianto Lambrie, sebagai daerah baru, pertumbuhan ekonomi di Kaltara sudah cukup bagus. Bahkan di Kalimantan, Kaltara termasuk yang tertinggi kedua, yakni 6,1, di bawah Kalimantan Tengah. Sementara inflasi di Kaltara 4,3.

“Saya optimis ke depan pertumbuhan ekonomi di Kaltara akan semakin membaik. Hal ini seiring dengan pemenuhan sarana infrastruktur untuk memperlancar distribusi barang. Apalagi kalau investasi sudah jalan,” ujar Irianto yakin. (humasprov)

print
Leave a comment