Gerbang Informasi Perbatasan


redaksiJune 30, 20183min230
Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie membuka sekaligus menjadi keynote speech dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Keprotokolan se Kaltara.

TANJUNG SELOR _ Malam kemarin, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie membuka sekaligus menjadi keynote speech dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Keprotokolan se Kaltara.

Rakor kali ini agak berbeda. Biasanya rakor dilaksanakan di tempat formal seperti ruangan hotel. Ini saya nilai merupakan inovasi, karena dengan di tempat yang tidak resmi begini, membuat peserta semakin rileks, tidak terkungkung dengan suasana formal.

” Saya berharap Rakor ini tidak hanya sebatas koordinasi, tetapi dapat menjadi sarana pertukaran pikiran antar peserta dan narasumber. Pasalnya narasumber tentu memiliki pengalaman lebih tentang keprotokolan dan itu merupakan pengetahuan dan pengalaman baru bagi para peserta. Selain itu juga berguna untuk meningkatkan kemampuan kita dalam bekerja sebagai protokol, ” kata Gubernur.

Tidak hanya itu, menurutnya, penting bagi kita, untuk memahami peraturan yang mengatur keprotokolan. Adalah UU Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, yang merupakan revisi terakhir. Kalau bisa seluruh staf protokol, maupun aparatur sipil negara (ASN) di Kaltara mampu memahami UU tersebut.

Sehingga kita mengerti, bagaimana penempatan posisi tata krama keprotokolan, karena dalam UU tersebut juga diatur bagaimana tata krama protokoler.

“Saya ingin mengingatkan kembali, keprotokolan itu adalah tata cara kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan resmi, yang berhubungan langsung dengan tata tempat, ” ujarnya.

Jadi keprotokolan itu adalah kegiatan kenegaraan dan pemerintahan, tata kelola, tata tempat sebagai bentuk penghormatan

kepada seseorang sesuai dengan jabatannya. Dalam UU Keprotokolan juga telah diatur dengan jelas di mana saja tata tempat yang telah diatur. Tapi terkadang kita tidak mengetahuinya, sehingga tidak sengaja kita melanggar UU itu.

Yang pertama adalah soal sikap, kita bisa menjadi berwibawa, kalau kita punya sikap. Makanya di TNI, atau Polri itu dilatih untuk memiliki sikap atau attitude. Sikap dan mental ini menjadi hal yang harus kita miliki dan kita pegang secara teguh. Makanya pemerintah dalam proses berjalannya selalu menggaungkan Revolusi Mental. Dan itu sudah ada kurikulumnya untuk membentuk mental bagi masyarakat.

Yang kedua adalah pengetahuan, orang yang berpengetahuan itu derajatnya akan selalu ditingkatkan, makanya orang yang tidak mau belajar tidak pernah akan naik derajatnya. Jadi pengetahuan itu penting, tidak hanya didapatkan di dalam kelas, tetapi juga di tempat lain misalnya dengan belajar otodidak.

Yang ketiga, adalah memiliki kemampuan diri, salah satunya adalah skill dan gesit. Serta jangan mudah tersinggung. Berhasilnya tugas protokol dalam melaksanakan tugasnya, juga sangat berdampak bagi wibawa pemerintah. * wa2n.



redaksiJune 30, 20183min210
Salah Satu Bandara di Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR – Selain membangun infrastruktur jalan, sebagai upaya memperlancar konektivitas antar wilayah, baik ke luar daerah maupun antar kabupaten/kota di Kalimantan Utara, pemerintah provinsi juga melakukan pengembangan sejumlah Bandar Udara (Bandara) yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara).

Alhamdulillah, atas perjuangan yang tak kenal lelah, melalui komunikasi dan koordinasi yang instensif dengan pusat, Kaltara mendapatkan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengembangan Bandara. Bahkan didukung melalui dua kementerian sekaligus. Yaitu Kementerian Perhubungan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) dan Kementerian Perhubungan RI.

Di antaranya, pertama bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor. Bandara yang berada di ibukota provinsi ini, akan dilakukan perpanjangan runway atau landasan pacu hingga total mencapai panjang 1.850 meter.

‘Realiasi kegiatan perpanjangan runway sepanjang 250 meter akan dilakukan pada 2019 mendatang. Saya harapkan, tahun ini pembebasan lahan oleh Pemkab Bulungan bisa selesai. Dana yang dibutuhkan untuk perpanjangan tahap II ini, sekitar Rp 40 miliar hingga 50 miliar, ” kata Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie siang kemarin.

Kedua, Bandara Nunukan di Kabupaten Nunukan juga akan mendapatkan bantuan dana APBN. Digunakan untuk perpanjangan runway sekitar 500 meter. Sehingga total panjang runway Bandara Nunukan mencapai 1.600 meter.

Sudah dilakukan ujicoba pendaratan dan penerbangan pesawat Wings Air. Namun, masih ada sejumlah syarat teknis yang harus dipenuhi, terkait keselamatan penerbangan. Seperti, keberadaan pepohonan dan menara di wilayah bandara yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.

Selanjutnya, Bandara Internasional Kelas II Juwata Tarakan yang tak luput dari perhatian. Di bandara tersebut, ada wacana untuk penambahan panjang runway sekitar 250 meter. Sehingga total panjang runway nantinya, mencapai 2.500 meter.

Namun masih wacana. Karena informasi dari Dinas Perhubungan Kaltara, kita masih perlu melihat dulu apakah perpanjangan akan dilakukan lewat proses reklamasi (ke arah laut) atau ke sisi darat.

Selain itu, juga akan dikembangkan terminal antar moda di Bandara Juwata Tarakan. Pengembangan terminal antar moda ini, tepat disamping bandara. Di sana sudah dibangun kanal yang panjangnya saat ini sekitar 1 kilometer.

Untuk pelebaran kanal, DPUPR-Perkim (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman) Kaltara akan melakukannya. Dari lebar saat ini sekitar 30 meter, menjadi 50 meter.

Kanal itu akan diusulkan penurapan pada kiri-kanannya secara permanen oleh Kemenpupera. Sedangkan, untuk pembangunan gedung terminal antar modanya, itu bagiannya Dinas Perhubungan.

Terminal antar moda ini rencananya akan digunakan untuk operasional speedboat penumpang jenis eksekutif. Selain itu, kita juga berencana membangun pusat usaha kuliner di sekitar kanal. Besaran dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan semua kegiatan ini, sekitar Rp 200 miliar. * wa2n.



redaksiJune 30, 20185min220
Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie secara resmi membuka pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN – Bertempat di Kantor Bupati Nunukan, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie secara resmi membuka pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Pusat Kajian Pelatihan dan Pendidikan Aparatur (PKP2A) III Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan.

Selain membuka, Gubernur Irianto Lambrie juga hadir sekaligus menjadi pembicara bersama Kepala LAN RI, Dr Adi Suryanto. Pelatihan ini rencananya digelar selama empat hari hingga 29 Juli nanti. Dengan peserta para pejabat administrator di lingkup Pemkab Nunukan.

“Dalam kesempatan ini, saya sengaja instruksikan secara khusus sebagian kepala OPD (organisasi pemerintah daerah) dan Biro di lingkup Pemprov Kaltara untuk ikut hadiri; ” tegas Gubernur.

Selaku gubernur, Irianto Lambrie mengapresiasi atas penyelenggaraan Pelatihan itu. Penyelenggaran kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi pemerintah aerah lain di Indonesia, utamanya di Kaltara.

Berbicara soal revolusi mental, ini berarti adalah sebuah perubahan yang sangat cepat. Kita harus melakukan perubahan mendasar atas karakter, perilaku dan cara kita.

Ada 3 tujuan dari kegiatan ini, pertama mengubah cara pandang, kedua cara berpikir dan ketiga cara bekerja. Kita jangan lari dari tujuan, agar tidak boros.

Semua bangsa di dunia sudah melakukan revolusi mental. Contohnya AS yang merdeka hampir 200 tahun, telah lakukan revolusi mental. Lalu RRT (Republik Rakyat Tiongkok), yang revolusi mentalnya terus bergulir, bahkan RRT menjadi model yang ditiru negara lain.

“Soal perubahan, saya juga baru pulang dari Kuala Lumpur, Malaysia dan melihat secara langsung kehidupan masyarakat Malaysia pasca terpilihnya Mahathir Muhammad sebagai Perdana Menteri Malaysia. Nyatanya, tak banyak yang terjadi, semuanya berjalan normatif. Ini artinya, perubahan itu pasti terjadi, dan perlu siap atasnya, ” ujarnya.

Pastinya, di setiap zaman ada tantangan, ciri dan perubahannya sendiri. Perubahan saat ini, tak bisa dilakukan seperti zaman 45 atau zaman perebutan kemerdekaan. Atau saat Orde Lama ke Orde Baru, atau Orde Baru ke Orde Reformasi. Pastinya, perubahan itu selalu terjadi. Kita tiap hari menghadapi perubahan pada kehidupan kita. Bahayanya, kalau kita tak menyadari perubahan itu. Dari itu, perubahan harus di-manage agar menjadi hal yang diinginkan sesuai tujuan.

Sebelum nya Irianto Lambrie juga sempat mempelajari reformasi administrasi publik di Jepang, bersama sejumlah pejabat dari daerah dan pusat. Intinya, persoalan mental, perubahannya harus dengan praktek, bukan dengan teori dan pidato.

Harus diketahui, Indonesia adalah negara paling sempurna dalam aturan. Tapi persoalannya, meski sudah diatur, masih ada yang melanggarnya walau ada ancamannya.

Akibatnya, diberikan sanksi. Yakinlah, perubahan atau revolusi mental tak bisa lewat buku dan pidato. Tapi harus ada bukti berupa praktik di lapangan. Harus dipahami juga, revolusi mental di sejumlah negara dilakukan dengan sanksi tegas. Tak ada kata terlambat untuk mempelajari sesuatu guna mencapai perubahan, dalam merealisasikan revolusi mental.

Melalui kesempatan ini, di ingatkan kepada masyarakat, utamanya bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kaltara untuk banyak belajar, praktikkan dan jadi orang baik. Harus punya semangat pantang menyerah. Jangan takut menderita atau susah. Bekerja jangan hanya berorientasi pada uang. Sebab, rezeki berasal dari mana saja yang diinginkan oleh Allah SWT.

Di sela kegiatan ini, Gubernur Kaltara menyerahkan secara simbolis bantuan 25 ribu bibit tanaman untuk Gerakan Tanam Buah dan Sayuran Untuk Pemanfaatan Perkarangan kepada 9 lembaga penerima. Yakni, PKK Kec. Nunukan, PKK Kec. Nunukan Selatan, GOW Kab. Nunukan, Panti Asuhan Ruhama, Panti Asuhan Al Kautsar DDI, SMP Negeri 1 Nunukan, SD Negeri 003 Nunukan Selatan, Kelompok Wanita Tani Annisa Nusa Sejahtera, dan SMK Negeri Nunukan.

Bantuan ini bertujuan untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan berbasis keluarga atau rumah tangga.

Adapun jenis dan jumlah bibit bantuan dari DPKP Kaltara ini, berupa Cabai 10 ribu bibit, Tomat 3.750 bibit, Terong 3.750 bibit, Pepaya 3.750 bibit dan Bawang Daun 3.750 bibit. * wa2n.



redaksiJune 30, 20182min220
Gubernur Kaltara Memantau Secara Langsung Pelaksanaan Pilkada Tarakan

TARAKAN – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit, melakukan pantauan pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Tarakan.

Ada beberapa TPS yang ada di Tarakan yang didatangi. Dari hasil pemantauan tadi, Gubernurboptimis tingkat partisipasi pemilih pada Pilwali Tarakan kali ini bisa mencapai lebih dari 60 persen.

Tingkat partisipasi pemilih ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pemilihan umum. Ini juga bentuk keberhasilan para pasangan calon untuk meyakinkan pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.

Optimisme ini didasarkan dari hasil sampling partisipasi pemilih sejauh ini. Di mana hingga pukul 10.00 Wita tadi jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya baru mencapai 30 persen.

Tingkat partisipasi itu dipengaruhi oleh jarak TPS, sikap apatis dan antipati pemilih khususnya pemilih muda kepada setiap pasangan calon, rasa kekecewaan pemilih dan lainnya.

” Sedianya, ini menjadi tugas penyelenggara Pemilu untuk meyakinkan para pemilih untuk menyuarakan haknya. Baik KPU, dan lainnya, ” kata Irianro.

Pun demikian, dengan tipologi pemilih Tarakan yang unik itu, sedianya jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada kali ini dapat melebihi partisipasi pemilih pada Pemilu 2014. Atau di atas 72 persen.

Secara umum pelaksanaan pencoblosan Pilwali Tarakan kali ini terbilang amat lancar, aman dan terkendali. Kondisi keamanan dan ketertiban di tiap TPS pun terbilang lancar. * wa2n.



redaksiJune 25, 20183min180
Tahun 2018 ini, program bantuan rehab rumah bagi warga kurang mampu terus dilanjutkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Tahun 2018 ini, program bantuan rehab rumah bagi warga kurang mampu terus dilanjutkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018, juga kembali di alokasikan anggaran untuk bantuan rehab rumah ini.

“Tahun ini, dari Pemprov menargetkan akan memperbailki 550 unit rumah yang didanai dari APBD. Sementara yang didanai APBN ada 2000 unit di seluruh kabupaten/kota se-Kaltara, ” kata Gubernur Provinsi Kalimantan Utara siang kemarin.

Menurutnya, sesuai laporan dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) melalui Bidang Perumahan, dari alokasi untuk memperbaiki sebanyak 550 unit rumah ini, hingga kini sudah 370 unit rumah yang lolos proses verifikasi. Untuk selanjutnya tinggal menunggu pencairan dana untuk perbaikan.

Hanya tinggal beberapa desa dan kelurahan, seperti Desa Mansalong Kabupaten Nunukan dan Mara Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bulungan yang belum dilakukan survei dan sosialisasi.

“Targetnya, insya Allah dua desa yang belum terverifikasi itu, akan dilakukan survei dan sosialisasi setelah libur cuti bersama hari raya Idulfitri, ” ujar Gubernur.

Sesuai dengan petunjuk teknisnya, sebelum menerima bantuan, rumah-rumah warga yang akan mendapatkan bantuan harus melewati tahapan survei, hingga verifikasi.

Alokasi anggaran untuk bantuan rehab sebanyak 550 unit rumah ini, di siapkan sebesar Rp 8,25 milar di APBD 2018. Masing-masing rumah tungga (KK) akan mendapat bantuan senilai Rp 10 hingga Rp 15 juta, tergantung dengan kondisi rumah.

Jika kategori rusak ringan maka bantuan tersebut diberikan sebesar Rp 10 juta, tetapi apabila kerusakan rumah masuk dalam kategori rusak berat maka akan diberikan bantuan rehab sebesar 15 juta.

Masih melalui APBD, juga akan ada pembangunan rumah baru untuk warga miskin sebanyak 10 unit. Masing-masing dibantu Rp 30 juta.

Sementara, bantuan rehab rumah yang dari APBN, untuk 2.000 unit rumah di Kaltara, dialokasikan anggaran Rp 30 miliar, atau sebesar Rp 15 juta per unit rumah.

Menurut laporannya, dari 2.000 unit yang akan direhab, sudah diverifikasi sebanyak 1.700 KK calon penerima manfaat.

“Saya berharap, dalam melakukan pendataan dan verifikasi benar-benar obyektif dan valid. Jangan sampai program ini salah sasaran, ” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. * wa2n.



redaksiJune 25, 20182min180
Jalan raua trans Kaltara yang menghubungkan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung

TANJUNG SELOR – Pembangunan jalan dan jembatan, sebagai upaya membuka keterisolasian dan memperlancar konektivitas antara daerah di Kalimantan Utara terus dilakukan oleh pemerintah Provinsi.

“Alhamdulillah, dengan keterbatasan anggaran yang kita miliki, melalui upaya kerja keras kita ke pusat, perhatian dari pemerintah ke Kalimantan Utara sangatlah besar. Utamanya dalam memenuhi kebutuhan insfrastruktur, ” kata Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie kemarin.

Menurutnya, tahun ini, melalui APBN akan dilanjutkan kembali pembangunan Jalan Trans Kalimantan untuk titik dari Sekatak (Bulungan) hingga Malinau (melewati daerah Kabupaten Tanah Tidung).

Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jalan ini sekitar Rp 180 miliar. Insya Allah, Agustus tahun ini sudah dimulai kontraknya. Dengan sistem tahun jamak atau multiyears ditargetkan selesai tahun depan.

Selain jalan trans Kalimantan arah Malinau, tahun ini juga akan ada pelebaran jalan batas Bulungan-Berau (Kaltim).

Pagu anggaran dari APBN, dialokasikan Rp 200 miliar dan sekarang sudah proses lelang.

Tak hanya jalan Trans Kalimantan, Alhamdulillah juga, usulan kita ke pusat untuk pembangunan menuju wilayah perbatasan juga disetujui.

Salah satunya, Jalan dari Malinau menuju Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan yang telah menjadi prioritas Kementerian PUPR. Pembangunannya secara bertahap, dan Insya Allah tahun ini juga akan dimulai.

“Kita akan terus melakukan berbagai usaha dan upaya agar konektivitas antar wilayah di Kalimantan Utara terhubung lancar. Karena dengan konektivitas yang bagus, ekonomi juga akan cepat maju. Dan yang lebih penting lagi pelayanan kepada masyarakat akan lebih mudah, ” tutur Irianto Lambrie.

Di samping melalui APBD, usaha lain yang di lakukan adalah dengan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat.

Karena, sebagai provinsi baru, apalagi berada di perbatasan, Kaltara sangat membutuhkan dukungan pusat. Dan Alhamdulillah itu sudah banyak direalisasikan. * wa2n.



redaksiJune 24, 20183min150
Rapat Kerja Gubernur Kalrara Dr H Irianto Lambrie Bersama Pejabat eselon II dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR – Usai apel gabungan di Lapangan Agatish, pada Kamis (21/6/2018) siang ini, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara; Dr H Irianto Lambrie kembali mengumpulkan semua pejabat struktural, mulai dari pejabat eselon IV, III dan II.

^Kepada semua, saya berkesempatan memberikan informasi dan pengarahan khusus, terkait konsolidasi dan tugas-tugas yang harus kita selesaikan, ” ujar Gubernur disela pertemuan.

Rapat ini bertujuan sebagai upaya menjalin komunikasi di semua lini, untuk percepatan pembangunan di Kaltara.

Dalam rapat ini juga dibahas sejumlah hal. Termasuk beberapa agenda sepekan ke depan.

Salah satunya adalah pada tanggal 28 Juni nanti Gubernur Irianto akan menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi (Rakor) Keprotokolan.

Namun sebelum itu juga pada tanggal 27 Juni 2018 akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Wali Kota Tarakan.

“Untuk agenda ini, saya berharap masyarakat Kota Tarakan dapat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan referensi yang diterima sejak pelaksanaan debat publik beberapa waktu lalu; ” himbau nya.

Selanjutnya pada bulan Juli mendatang terdapat beberapa agenda. Misalnya Pemprov Kaltara, dijadwalkan akan diterima oleh Menteri Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), Ignasius Jonan pada 2 Juli 2018.

Pada pertemuan nanti Irianto Lambrie akan membicarakan kuota produksi batubara agar Kaltara mendapatkan pengecualian. Karena dampak dikuranginya kuota, maka efeknya akan mengurangi dana bagi hasil (DBH) dari royalti batubara.

“Kita berharap, minimal disamakan seperti tahun lalu. Bila perlu ditambah lagi; ” ujarnya.

Pihak perusahaan batubara di sini sudah punya komitmen untuk melakukan ekspor ke negara tetangga. Selain itu, dampak dikuranginya kuota produksi batubara secara massal dapat terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dan ini dapat berimbas pada menurunnya pertumbuhan ekonomi di Kaltara. Karena itu, kita harus meminta pengecualian dari pemerintah pusat.

Selain itu, ia juga akan kembali bertemu dengan Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko, untuk membahas kelanjutan PLTA, KIPI serta produksi gas di Blok Seimanggaris.

Kemudian tanggal 5 atau 6 juli akan dilakukan rapat koordinasi tingkat menteri terkait investasi di kawasan Kaltara. Rapat akan dipimpin langsung oleh Menko Kemaritiman.

Tidak hanya itu, Gubernur Irianto juga menyampaikan, bahwa Kepala OPD juga harus aktif di media sosial untuk memberikan seputar gambaran program Pemprov Kaltara sesuai dengan bidang di instansinya.

“Karena itu, pola pikir harus kita ubah dari sekarang. Sebab perubahan pola pikir masih sangat berperan penting untuk kemajuan bangsa ini, ” pungkas Gubernur. * wa2n.



redaksiJune 24, 20181min140
Sejumlah ruas jalan diperbatasan akan dibangun pada tahun anggaran ini

TANJUNG SELOR – Selain dari pusat secara langsung melalui kementerian terkait, tahun ini Provinsi Kalimantan Utara juga mendapat kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lewat Dana Alokasi Khusus (DAK), yang diperuntukan membangun berbagai infrastruktur secara luas; termasuk membangun infrastruktur jalan.

Saat ini di Kalimantan Utara ada 4 paket kegiatan pembangunan jalan yang pengerjaannya sudah mulai berjalan.

Yang maba tiga paket untuk pembangunan jalan di daerah pedalaman dan perbatasan, serta 1 paket di antaranya pembangunan jalan pendukung Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Blbesaran anggarannya sekitar Rp 99 miliar.

“Kucuran dana dari pusat tidak lah mudah didapat. Semua diperoleh atas kerja keras, dan komunikasi instensif dengan pemerintah pusat, ” kata Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie.

Sebagai provinsi baru, bantuan dana dari pusat sangat lah diharapkan bagi Kalimantan Utara. Utamanya untuk pembangunan infrastruktur. Untuk itu, usaha keras akan terus kita lakukan untuk bisa mendapatkan itu. * wa2n.



redaksiJune 24, 20184min210
Gubernur Kaltara dan isteri memberikan hak suara di Pilpres 2014 Yang lalu

TARAKAN – Mulai besok, Minggu (24/06/2018) Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, Dr H Irianto Lambrie, mengingatkan adalah masa tenang untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2018, yang Insya Allah akan dilaksanakan hari Rabu, 27 Juni 2018 nanti.

“Di Kaltara, ada satu daerah yang menggelar pesta demokrasi ini. Yaitu Kota Tarakan yang akan menggelar Pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota (Pilwali) Tarakan, ” ujar Gubernur.

Alhamdulillah, hingga sekarang atau sampai pada tahapan kampanye hari terakhir tadi siang, seluruh tahapan telah berjalan lancar. Sesuai laporan yang diberikan bahwa situasi dan kondisi Kota Tarakan relatif aman dan kondusif.

Sesuai dengan fungsinya, Pemerintah Provinsi Kaltara telah membantu dalam pelaksanaan pemilihan wali kota di Tarakan.

Yang pertama, terkait dengan pembahasan penetapan anggaran untuk pelaksanaan Pilkada Kota Tarakan.

Sebelumnya ketahui bahwa terjadi sedikit perdebatan yang cukup panjang mengenai besaran biaya yang akan digunakan oleh KPUD, Bawaslu maupun pihak keamanan.

Mengingat ketersediaan anggaran yang kurang oleh Pemkot Tarakan, sehingga KPUD Provinsi Kaltara meminta langsung kepada Gubernur untuk memfasilitasi agar ada kejelasan.

Menyikapi persoalan itu, Tim dari Pemprov Kaltara segera turun berkoordinasi, baik dengan penyelenggara maupun dengan Pemkot Tarakan. Dengan berbagai tahapan pembicaraan, melalui fasilitasi yang dilakukan oleh Pemprov termasuk dengan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam hal ini Dirjen Pembinaan dan Keuangan Daerah, akhirnya disepakati besaran anggaran dalam penyelenggaraan Pilkada di Kota Tarakan.

Kedua, terkait dengan pengamanan, itu merupakan tanggung jawab dari Polres Tarakan, karena sudah ada anggaran yang telah diporsikan dari APBD Kota Tarakan untuk pengamanan.

Masih dalam hal pengamanan, ada Bantuan Kendali Operasi (BKO), tentunya semua tergantung dari perkembangan situasi dan kondisi di Kota Tarakan.

“Selaku Gubernur, saya terus memantau perkembangan, dan meminta laporan tahapan demi tahapan dari instansi terkaitnya, ” ujar Irianto Lambrie.

Kita juga telah membentuk tim monitoring dan tim Desk Pilkada Kota Tarakan dan tingkat provinsi. Melalui Tim ini terus memantau, memonitoring perkembangan tahap demi tahap pelaksanaan pilkada. Baik situasi dan kondisi.

Jika nantinya terjadi kendala, maka Gubernur selaku Kepala Daerah dengan ini akan meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polda Kaltara untuk mengamankan semua tahapan dalam proses Pilkada.

Berkaitan dengan masa tenang, Gubernur mengimbau kepada semua pihak, utamanya para calon dan tim pendukungnya untuk benar-benar mentaati ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kemudian kepada masyarakat Tarakan, saya minta untuk sama-sama ikut mengawasi. Silakan laporkan jika ada pelanggaran. Dan yang terpenting, mari kita sama-sama menjaga Tarakan tetap dalam suasana yang aman dan kondusif, ” tegas Irianto Lambrie.

Pilihan boleh beda, tapi persatuan dan kesatuan tetap harus terjaga.

“Saya yakin, masyarakat Kaltara, utamanya Tarakan telah dewasa dan berpengalaman dalam pelaksanaan Pilkada. Sehingga kita semua optimis, Pilkada di Tarakan akan berjalan sukses, aman dan lanca, ” pungkas nya. * wa2n.



redaksiJune 24, 20183min310
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie

TANJUNG SELOR – Hari pertama kembali bekerja setelah libur panjang dalam rangkaian Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemprov untuk mensukuri rahmat yang sudah diberikan Allah SWT tuhan semesta alam.

“Menurut catatan saya selama jadi PNS, ini libur bersama yang paling panjang. Untuk itu, pantas untuk kita syukuri bersama, ” kata Irianto.

Menurutnya, kita wajib bersyukur kepada Allah SWT, khususnya bagi yang beragama Islam, karena sudah menyelesaikan puasa Ramadhan dan merayakan Idul Fitri.

Kita juga bersyukur karena diberi iman dan agama yang membuat kita berusaha menjadi orang baik dan menyebarkan kebaikan.

Kini, menjadi pertanyaannya apakah Ramadhan telah memberi arti dan makna lebih kuat untuk perubahan pada diri kita ke arah yang lebih baik? Ataukah malah tak ada bekas dalam jalani kehidupan nanti?
Khusus bagi ASN (Aparatur Sipil Negara), berusahalah jadi teladan bagi masyarakat kita.

Jika Ramadhan disiplin bangun sahur, shalat dan lainnya, lalu apakah kita akan tetap disiplin di hari lainnya?

Yang pasti, Ramadhan bukan sekedar ritual keagamaan, tapi juga bulan muhasabah atau koreksi untuk perbuatan kita terhadap manusia juga Tuhan. Jika tak ada perubahan, maka pendidikan selama Ramadan tersia-siakan.

“Jika ada ASN yang hari ini tidak masuk kerja, berarti dia sudah terlalu dan mendustakan nikmat Allah SWT, ” tegasnya.

ASN harus komitmen dengan janji yang ada. Ini perlu diberikan sanksi untuk mengingatkan. Saya beri kesempatan kepada setiap ASN yang ada untuk berubah.

Saya minta, mulai hari ini, harus berubah. Khususnya, PPTK, KPA dan lainnya harus dapat berubah melakukan yang terbaik.

Berpikir yang benar, bertindak yang baik, tak merasa paling hebat dan menentukan.
Mari kita koreksi, introspeksi agar hikmah Ramadhan dan Idul Fitri, termasuk jadi ASN diperoleh maksimal. Khusus calon ASN, jangan ikuti budaya buruk yang dilakukan oleh pendahulu.

^Ayo bekerja lebih baik, kerja keras, kuat, ikhlas, saling menghormati, makin setia kepada atasan juga tanggung jawab atas amanah yang diterima. Ingat, bangsa yang maju adalah bangsa yang bekerja keras, ” pungkas Irianto Lambrie. * wa2n.