PLTA Kayan Prioritas di Bangun

  22 Mar 2019

Pertemuan delegasi China dan Indonesia yang dihadiri oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

TANJUNG SELOR – Dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator bidang Maritim, Luhut Binsar Panjaitan dan Mr Ning Jizhe, wakil ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional RRT (Republik Rakyat Tiongkok) atau NDRC, sore tadi dilakukan pertemuan membahas kerja sama regional ekonomi antara Pemerintah Indonesia dan RRC atau yang disebut Regional Comprehensive Economic Corridors Belt and road Initiative (GMF-BRI).

Ini adalah pertemuan hari kedua, sebagai kesimpulan pertemuan teknis, melalui 1st Joint Steering Committee Meeting yang digelar sejak Rabu (20/03) kemarin di The Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali.

Dari kesimpulan yang disampaikan tadi, Alhamdulillah Kaltara masuk dalam prioritas.
Pertama, disebutkan ada 5 proyek prioritas yang telah disepakati untuk dilaksanakan melalui kerjasama ini.

Kelima proyek itu, antara lain pembangunan pelabuhan dan kawasan industri di Kuala Tanjung di Sumatera Utara. Kemudian kawasan industri Kuala Namu, pembangunan PLTA Kayan di Kaltara, KEK Bitung di Sulawesi Utara dan Kura-Kura Techno Park di Bali.

Di samping itu, beberapa rencana pembangunan kawasan Industri, termasuk di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Kaltara masuk prioritas untuk penyusunan dokumen perencanaan dan feasibility study (FS).

Bahkan untuk kegiatan penyusunan FS di KIPI, Pemerintah RRT melalui lembaga perbankkannya siap mendukung pendanaan.

Dari semua kegiatan ini, sebelum dimulai nantinya akan dituangkan dalam bentuk nota kesepakatan yang akan ditandatangani oleh Bapak Presiden Jokowi dengan Presiden RRC, yang rencananya dilakukan pada saat kunjungan Presiden ke Beijing 25 April 2019.

Atas hasil ini, kita sangat bersyukur. Karena ini menjadi sinyal baik bakal terwujudnya investasi di Kaltara, yang selama ini kita harapkan. *wa2n.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *