Gubernur Kaltara Serahkan Bantuan Nelayan

  28 Mar 2019

TARAKAN – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie, kemarin siang, menyerahkan 10 unit bantuan perahu nelayan dan mesin tempel serta 15 unit mesin kapal 24 PK di galangan kapal PT Sadewa Gemilang Industri (SGI) atau dekat Perusda Unit Usaha Pelabuhan Pamusian, Jalan Sesayap, Kota Tarakan.

Bantuan ini menyesuaikan kebutuhan para Nelayan Kaltara.

“Kita berikan kapal 10 GT keatas, sebagai upaya meningkatkan produktivitas nelayan. Permasalahan lainnya, adalah alat tangkap yang tepat, ” ujar Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Sebagai provinsi baru, APBD Kaltara memang relatif kecil. Namun dalam hal ini Pemprov tidak putus asa. Untuk mendapatkan angggaran, semuanya harus bekerja keras. Dengan uang terbatas itu, wilayah yang luas, maka pembagiannya diupayakan maksimal bagi rakyat Kaltara.

Walau tak sempurna, namun diprioritaskan kepada warga yang membutuhkan. Seperti petani, nelayan, juga masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

Untuk nelayan sendiri, anggaran yang tersedia cukup besar seperti untuk pemberian bantuan pada hari ini. Bantuan yang diberikan harus dipertanggungjawabkan secara administrasi keuangan negara. Sifatnya hibah dan dalam pengawasan, baik oleh kelompok tani maupun pemerintah (audit).

Pemprov berusaha memberikan bantuan secara merata ke seluruh kelompok nelayan di Kaltara. Seperti yang dilakukan hari ini.

“Saya memang memerintahkan kepada kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara untuk perhatikan keluhan nelayan ini. Jangan sampai dipolitisasi. Yang pasti, Pemprov Kaltara bekerja membantu nelayan,” tukas Irianto.

Tak hanya bantuan dalam bentuk alat tangkap atau sarana lainnya, tahun lalu, Pemprov Kaltara juga membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi keluarga nelayan yang tidak mampu. Dana teralokasi sekitar Rp 3 miliar seluruhnya.

Dalam kesempatan yang sama, tadi ia juga menyerahkan bantuan kepada kelompok tani di Tarakan, dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara.

“Harapan saya, gunakan bantuan yang diserahkan tadi sesuai kepentingan dan tujuannya. Dipelihara agar tidak cepat dan mudah rusak. Tunjuk ketua kelompoknya, penempatan alatnya harus aman, dan jangan curiga mencurigai hingga bertengkar,” harap Gubernut

Khusus untuk permodalan disarankan dalam bentuk koperasi. Di Disperindagkop-UMKM, ada dana pinjaman lunak untuk kelompok atau perorangan. Untuk persyaratannya, dapat didownload atau datang langsung ke Disperindagkop-UMKM Kaltara guna memperoleh pinjaman itu. Dana ini dibawah pengawasan LPDB UMKM, dan Kaltara mendapatkan jatah hingga Rp 100 miliar.

Pada kesempatan yang lain, Minggu sore (23/3) ini, Irianto Lambrie berkesempatan bertemu dengan jajaran pengurus Forum Komunikasi Antar Pekerja Tengkayu 1 yang dipimpin ketuanya, Pak Nanrang.

Mereka menyampaikan keinginan kepada Gubernur, terkait eksistensi para pekerja yang dibawahi forum koordinasi tersebut pasca dialihkan pengelolaannya ke Pemprov Kaltara.

Di bawah forum koordinasi ini, ada 215 anggota yang terdiri dari pekerja TKBM, pengusaha speedboat non reguler,pengusaha mobil rental, dan lainnya. Selaku Gubernur, saya menyarankan agar forum ini memiliki badan hukum yang jelas pada tingkat provinsi untuk dapat beroperasi di Pelabuhan Tengkayu 1 secara intensif.

“Saya sangat mendukung keberadaan forum ini, juga anggotanya. Dari itu, saya sangat berharap saran saya tersebut dapat segera direalisasikan. Sehingga, secara legal formal, forum dan anggotanya memiliki dasar hukum yang jelas,” imbuhnya.

Ini juga untuk membantu meningkatkan produktivitas Pelabuhan Tengkayu 1 juga kesejahteraan anggota forum. Perizinan terkait, dapat diurus di Badan Kesbangpol Provinsi Kaltara * wa2n.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *