Buka Bersama Anggota VI BPK RI

  20 May 2019

Buka puasa bersama Gubernur Kaltara di Tarakan.

TARAKAN – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, petang kemarin, berbuka Puasa Bersama dengan Prof Harry Azhar Azis, anggota VI BPK RI dan rombongan di salah satu restoran di Tarakan.

Turut hadir dalam buka puasa itu, sejumlah kepala daerah se-Kaltara, kepala perwakilan BPK RI Kaltara Karyadi, Forkopimda se-Kaltara dan lainnya.

“Selamat kepada kabupaten dan kota yang memperoleh Opini WTP. Salah satunya, Malinau dan Nunukan. Dan, apabila Provinsi Kaltara meraih Opini WTP maka ini menjadi yang kelima kalinya berturut-turut, ” ucap Gubernur Irianto.

Juga Selamat Hari Kebangkitan Nasional, selamat bagi anggota dewan yang kembali terpilih juga anggota dewan yang baru terpilih.

Sementara itu, Anggota VI BPK RI Prof Harry Azhar Azis menyebutkan, ujung dari pemeriksaan BPK itu adalah kesejahteraan rakyat. Ini dinilai dari beberapa indikator, Gini Ratio, IPM, tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Ini yang pertama dilakukan untuk penyerahan hasil pemeriksaan LKPD Pemerintah 2018. Alhamdulillah, dari 6 entitas yang diperiksa, 4 sudah WTP (1 di antaranya WTP 5 kali berturut-turut) dan 2 belum . Dari itu, saya berharap ditingkatkan dengan dukungan BPK RI perwakilan.

Diharapkan, Kaltara dapat mengejar opini WTP 100 persen untuk seluruh daerah. Seperti Provinsi Gorontalo dan lainnya.

WTP itu adalah kewajiban minimum, dari itu WTP menjadi pintu gerbang untuk menuju kesejahteraan masyarakat. Di Kaltara sendiri, Gini Ratio dan pengangguran sudah diatas rata-rata nasional tinggal IPM perlu ditingkatkan. Diusulkan juga agar ada penjenjangan bagi setiap daerah mulai provinsi, kabupaten dan kota, hingga kepala desa.

“Sebelumnya, Alhamdulillah, siang tadi saya juga berksempatan silaturahmi dengan banyak masyarakat di Kota Tarakan.
Kita wajib bersyukur, karena diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat ini, ” ujarnya.

Kini lanjutnya, kita sudah memasuki malam ke-15 Ramadhan, saya mengajak mari jadikan bulan Ramadhan, sebagai bulan Pendidikan. Bulan untuk bermuhasabah, menginteropeksi diri.
Jadikan ibadah kita agar berelevansi yang kuat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Jangan sampai kebiasaan ibadah, bertolak belakang dengan perilaku di kehidupan sosial. Gunakan bulan Ramadan tahun ini sebaik-baiknya untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari bulan penuh berkah ini. ,* wa2n.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *