Bulungan

Kosmas Kajan : “Pembedayaan Petani Kunci Sukses Ketahanan Pangan”

TANJUNG SELOR – Tagline Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bulungan, dengan nomor urut 4 H Djoko Susilo dan Kosmas Kajan SS, “Membangun Desa Menata Kota”, benar-benar sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat arus bawah, seperti masyarakat petani nelayan dan buruh harian yang banyak berkerja diperusahaan perkebunan yang ada di sekitar wilayah Kabupaten tersebut.

“Insha Allah bila mendapat dukungan luas dari masyarakat saya dan pak H Djoko Susilo ikhlas untuk mengabdi, berkerja keras, kerja cerdas dan tuntas membangun desa menata kota guna menuju Bulungan Sehat Cerdas dan Sejahtera, ” ucap Kosmas Kajan Calon Wakil Bupati Bulungan, kemarin.

Untuk mencapai itu lanjutnya, ia juga berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), para Guru, dokter, Para Medis, maupun aparat-aparat desa hingga ketua-ketua RT.

Yamg tidak kalah penting, akan memperhatikan pengelolaan sumber daya alam yang berkesinambungan dan berwawasan lingkungan. Agar nantinya bisa dirasakan oleh generasi muda Bulungan dimasa-masa yang akan datang.

Termasuk percepatan pembangunan infrastruktur kemasyarakatan, dengan pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berbasis tekhnologi moderen agar sasaran mencapai kesejahteraan bisa segera terwujud.

“Daya tarik dan daya ungkit ekonomi melalui sektor pariwisata juga akan kita kembangkan, dimana postensi itu snagat banyak di Kabupaten Bulungan, ” imbuh Kosmas Kajan.

Pembangunan jalan desa yang terintegrasi dengan kecamatan selanjutnya ke ibukota kabupaten Bulungan juga harus bisa terbangun, didukung oleh kesiapan kelistrikan yang memadai, dermaga, terminal desa dan kota dan air bersih.

“Kita juga akan memperkuat sektor produktifitas masyarakat, melalui sektor pertanian dalam arti luas, perikanan, peternakan dan UMKM, ” papar Kosmas.

Selain itu khusus untuk ketahanan pangan lokal, pemberdayaan petani melalui penyediaan bibit dan pupuk murah harus digalakkan. Termasuk menyiapkan sarana dan prasarana pendukung pertanian moderen dengan sistem kerja mekanis harus diutamakan.

Upaya untuk mengatasi kesenjangan sosial, mengurangi angka kemiskinan, angka pengangguran serta disparitas antar wilayah pedesaan maupun perkotaan, wajib dilaksanakan agar ketimpangan pembangunan yang selama ini antara pedesan dan kota bisa segera terbangun sesuai harapan.

“Untuk jangka pendek kita juga harus segera bisa memutus mata rantai penyebaran Pandemi Covid – 19, peredaran narkoba, maupun mencegah terjadinya KKN, ” tutup Kosmas Kajan. *

– Media Center PROJOMAS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button