redaksi


redaksiJuly 30, 20182min160
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie ( kanan) bersama Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri , Sumarsono yang hadir mewakili Mendagri di Acara Apeksi.

TARAKAN – Pembukaan Rakernas ke-XIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Indonesia City Expo 2018 di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie

“Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Kalimantan Utara saya ucapkan selamat datang kepada para peserta Rakernas. Utamanya para walikota dan perwakilan Pemerintah Kota se-Indonesia, ” ujarnya disela acara kemarin.

Hadir dalam kesempatan ini, senior saya Pakde Karwo (Soekarwo), Gubernur Jawa Timur (Jatim), yang juga ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia. Yang nanti akan menjadi narasumber. Selamat datang di Kaltara.

Selamat datang juga kepada Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Bapak Sumarsono yang hadir mewakili Pak Mendagri.

Sesuai laporan tadi, dari 98 pemerintah kota anggota APEKSI, 96 di antaranya hadir pada kegiatan ini. Ada 64 walikota langsung hadir di Tarakan untuk memenuhi undangan Rakernas ini. Total, ada 4 ribu tamu datang ke Tarakan, selama pelaksanaan APEKSI 2018.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaran kegiatan yang begitu meriah ini, ” ujar Irianto.

Penyelenggaraan even nasional seperti ini bukan untuk yang pertama kalinya di Kaltara, khususnya Tarakan. Namun sudah beberapa kali. Dan kita mampu melaksanakan dengan baik dan sukses.

Selamat dan terima kasih juga di sampaikan Gubernur Kaltara kepada Walikota Tarakan dan jajaran panitia yang telah bekerja keras mensukseskan even ini.

” Kepada seluruh peserta, atas nama masyarakat Kaltara, utamanya warga Tarakan, saya menyampaikan mohon maaf jika dalam penyelenggaraan maupun penyambutan Rakernas ini banyak kekurangan, ” kata Gubernur.

Semoga para peserta dapat mengenal Kaltara sebagai provinsi terbaru, dan dengan begitu kita akan dapat mencintai Indonesia.

“Terakhir saya berpesan, mumpung berada di Tarakan, jangan lupa berbelanja produk khas Tarakan atau Kaltara, ” pungkas Irianto Lambrie. * wa2n.



redaksiJuly 30, 20183min170
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie Saat Meninjau Kesiapan Bandara Tanjung Harapan Beberapa Waktu Lalu

TANJUNG SELOR – Jika tidak ada aral, maskapai penerbangan NAM Air, dijadwalkan mulai melayani rute penerbangan ke Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor pada 9 Agustus mendatang.

NAM Air yang merupakan anak usaha perusahaan penerbangan Sriwijaya Grup ini direncanakan akan masuk ke Kaltara dengan pesawat ATR72-600, berkapasitas 72 kursi dan ketinggian jelajah hingga 16.500 kaki di atas permukaan laut (dpl).

“Masuknya Nam Air ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah kita dilakukan dengan pimpinan NAM Air atau Sriwijaya Group, ” kata Gubernur Provinsi Kalimantan Utara siang kemarin.

Menurutnya, ia beberapa waktu lalu ada komunikasi dengan, Chandra Lie, CEO Sriwijaya Group. Kemudian beliau mengutus beberapa direksinya untuk bertemu dengan Gubernur Kaltara di Jakarta.

“Dalam pertemuan itu, saya menginginkan agar Sriwijaya dengan pesawat ATR-nya (NAM Air) bisa melayani penerbangan ke beberapa wilayah di Kaltara. Seperti Tanjung Selor, Nunukan, Malinau dan tentunya Tarakan, ” harap Gubernur Irianto Lambrie.

Alhamdulillah permintaan itu direspons. Pihak Sriwijaya sudah melakukan survei, dan informasinya akan segera merealisasikan.
Selain Sriwijaya dengan NAM Air, maskapai lainnya adalah Garuda Indonesia. Perusahaan BUMN ini, juga telah menjawab permohonan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Gubernur untuk melayani penerbangan ke ibukota provinsi.

Hadirnya maskapai ini kita harapkan bisa menekan tarif penerbangan. Dengan semakin banyaknya penerbangan, tarif akan kian kompetitif.

Warga Malinau dan Tana Tidung juga bisa menjadikan bandara Tanjung Harapan sebagai jangkar untuk mengakses daerah-daerah di luar Kalimantan Utara.

“Saya berharap masyarakat bisa ikut mendukung suksesnya penerbangan ini, ” ujarnya

Dan perlu dipahami juga, makin ramainya pergerakan di bandara Tanjung Harapan, tidak akan mematikan bandara Juwata Tarakan. Bahkan Tarakan bisa bertambah ramai.

Karenanya Gubernur juga berharap, dibukanya rute penerbangan NAM Air di Tanjung Selor dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kaltara.

Untuk diketahui, sesuai promo yang disampaikan pihak NAM Air, pesawat tersebut akan mulai melayani rute penerbangan Tanjung Selor – Balikpapan per 9 Agustus. Penerbangan dilakukan tiap hari. * wa2n.



redaksiJuly 30, 20181min180
Siswa SLTA Kaltara Yang Jadi Paskibraka Tingkat Nasional Tahun 2018

TANJUNG SELOR – Dua orang pelajar dari Kaltara atas nama, Nur Muhammad Akbar, siswa SMAN 1 Sebatik, Nunukan dan Viorin Angelica Hendrawan dari SMAN 1 Malinau, yang terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara 17 Agustus nanti.

Mereka akan bergabung dengan perwakilan dari seluruh provinsi se Indonesia.

“Saya berpesan, jaga kesehatan, pupuk semangat dan percaya diri. Meski berasal dari provinsi baru, jangan minder. Buktikan kalau putra-putri dari Kaltara bisa sejajar, bahkan lebih mampu dibandingkan pelajar dari provinsi lain, ” kata Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie kemarin.

Dan yang tak kalah penting, jaga nama baik Provinsi Kaltara. Kemudian bagi pelajar lainnya yang belum berkesempatan, jangan berkecil hati. Tetap semangat, terus belajar dan berlatih. *



redaksiJuly 30, 20183min190
Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie membuka Pemusatan Latihan (Puslat) atau Training Center (TC) bagi para calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)

TANJUNG SELOR – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie membuka Pemusatan Latihan (Puslat) atau Training Center (TC) bagi para calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kaltara di Ruang Pertemuan Gedung GADIS I Pemprov Kaltara, Minggu (29/7) malam kemarin.

Para calon Paskibraka ini merupakan hasil rekrutmen dari kabupaten dan kota se-Kaltara. Mereka juga telah melalui seleksi lagi oleh timsel (tim seleksi) tingkat provinsi Kaltara. Seleksi diikuti 50 peserta dari 5 kabupaten dan kota se-Kaltara. Hasilnya, tak hanya menjadi Paskibra di tingkat provinsi, tapi juga ada 2 putra-putri yang mewakili Kaltara pada Paskibraka tingkat nasional.

Dari data Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Anggota Paskibraka Provinsi Kaltara tahun ini, sebanyak 42 orang. Terdiri dari 24 putra dan 18 putri. Mereka akan mengikuti pemusatan latihan mulai 29 Juli hingga 16 Agustus di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Selama pemusatan latihan ini mereka akan digembleng bersama pasukan TNI dan Polri.

“Saya berpesan, para anggota Paskibraka harus memiliki cara berpikir, perilaku dan karakter yang berbeda dari yang tak ikut Paskibraka. Paskibraka juga mencerminkan kedisiplinan, ” kata Gubernur.

Itulah sebabnya, Paskibraka didalamnya ada pendidikan baris berbaris. Dari itu, ditanamkan disiplin awal, kekompakan, ketaatan terhadap perintah komandan. Memang mendidik disiplin itu dibutuhkan cara yang keras salah satunya.

Baris berbaris tidak mudah. Juga berkaitan dengan ketepatan waktu. Didik diri untuk disiplin waktu. Ini mengajarkan kepada kita untuk bisa bergerak cepat.

Melalui Paskibraka, juga akan bisa mengantarkan kita kepada jiwa kepemimpinan.
Untuk jadi pemimpin, bekalnya harus cukup. Di dalam pelatihan ini, ada materi kepemimpinan, pemantapan wawasan kebangsaan. Namun, sekali lagi dari semua itu, yang terpenting adalah kedisiplinan. Ini bekal seumur hidup.

“Jadi, ini kesempatan yang baik untuk menempa diri. Tak sekedar mengibarkan bendera. Tapi nilai-nilai yang ada di dalam pelatihan ini yang harus dimiliki oleh setiap calon Paskibraka, ” pungkas Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. * wa2n.



redaksiJuly 30, 20187min140

TANJUNG SELOR – Ada beberapa hal penting yang disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menjadi Pembina Apel di Lapangan Agatish Tanjung Selor, Senin (30/07) kemarin.

Pertama, mengenai seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama. Sesuai laporan Panitia Seleksi (Pansel), dari dua lowongan yang dibuka, satu jabatan kurang peminatnya. Yaitu jabatan Kepala Bappeda dan Litbang.

“Hanya ada dua orang yang melamar, sehingga tidak memenuhi syarat, dan harus diulang.
Sebaliknya, jabatan Kepala Biro pembangunan cukup banyak. Ada 10 orang pelamar, ” kata Gubernur Irianto Lambrie.

Terkait dengan pengisian jabatan ini, ia menekankan, bahwa apapun yang akan dikerjakan sangat tergantung dari niat. Kalau niatnya sudah tidak benar, maka hasilnya juga tidak benar.

Artinya, jangan menginkan suatu jabatan karena ada keinginan untuk mencari kekayaan, atau motivasi lain. Atau tidak mau karena tugasnya berat.

“Luruskan niat yang baik, untuk mengabdi. Sebagai ASN (aparatur sipil negara), sudah diikat dengan sumpah janji jabatan. Laksanakan itu dengan baik, ” ujarnya.

Yang kedua, Irianto Lambrie meminta para pimpinan OPD untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi. Baik itu terhadap kegiatan fisik maupun non fisik yang sedang dilaksanakan.

” Sekarang sudah akan masuk Agustus. Tinggal 4 bulan lagi, waktu untuk menyelesaikan kegiatan di tahun 2018 ini, ” ingat nya.

Monitoring dan evaluasi sangat penting.Utamanya untuk menghindari dan meminimalisir terjadinya masalah.

Ketiga, terkait perencanaan dan usulan dalam penyusunan RAPBD 2019. Saya minta, OPD/Biro tidak mengusulkan yang asal-asalan. Rencanakan dengan matang, disertai data-data sebelum memasukkan usulan.

Prioritas program-program yang menjadi visi dan misi pimpinan. Selain itu, utamakan usulan kegiatan yang memang dibutuhkan masyarakat.

Terakhir, Gubernur mengingatkan kepada seluruh jajaran pegawai, utamanya ASN di lingkup Pemprov Kaltara, yang biasa menggunakan media sosial. Biasakan memosting di medsos hal-hal yang positif.

Hati-hati, jangan ikut-ikutan provokatif, apalagi sampai menghujat atau berujar kebencian.

“Bagi ASN ada aturan tegasnya, ada sanksi yang berat bagi yang melanggar. Bertindaklah yang bijak, karena itu akan mencerminkan diri Anda, ” pungkas Irianto Lambrie. * wa2n.



redaksiJuly 30, 20183min140
Gubernur Dr H Irianto Lambrie Poto Bersama Para Bupati dan Walikota Sekaltara Usai Rakor

TANJUNG SELOR – Rapat Koordinasi (Rakor) Bupati dan Walikota se-Kaltara. yang berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Gabungan Dinas Pemprov Kaltara, pagi kemarin dibuka secara langsung olrh Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie.

Kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam peningkatan koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Tema dalam Rakor itu adalah ‘Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan serta Pelaksanaan 8 Urusan Pertanahan di Daerah’.

Tema itu juga sangat relevan dengan kondisi Kaltara yang terus bergerak untuk percepatan pembangunan. Di mana persoalan pertanahan merupakan salah satu hal krusial sebagai pendukung percepatan pembangunan.

“Ada beberapa hal penting yang saya sampaikan pada saat memberikan pengarahan tadi, ” kata Irianto Lambrie.

Pertama, mengenai pertumbuhan ekonomi di Kaltara yang sangat signifikan, berupa investasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta investasi swasta.

Kedua, tingkat kemiskinan. Tingat kemiskinan di Kaltara bersifat fluktuatif, diperkirakan tahun 2019 akan terjadi kenaikan. Dikarenakan banyak pendatang dari luar Kaltara dengan kondisi miskin, salah satunya melalui transmigasi.

“Ini menjadi tugas utama pemerintah, dalam hal ini, gubernur bersama bupati/walikota untuk menuntaskan kemiskinan dengan program rumah layak huni, ” imbau Gubernur.

Kepada para Bupati dan Walikota Irianto juga berharap agar dapat merencanakan dan menjalankan program yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti memprioritasnya program Pendidikan dan kesehatan, dan memangkas anggaran yang bersifat kurang bermanfaat untuk masyarakat.

Selanjutnya, terkait inflasi. Seperti diketahui, pada bulan Juli 2018 inflasi Kaltara tertinggi di Indonesia. Ini menjadi tugas berat kita bersama, untuk bisa mengendalikan.

Terakhir, dalam hal urusan pertanahan. Baik izin lokasi, pengadaan tanah, sengketa tanah garapan, ganti kerugian dan lain-lain, semua telah diatur dalam peraturan pemerintah.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam bekerja harus sesuai dengan peraturan yang ada, program dan kegiatan setiap daerah harus menyiapkan program dan kegiatan terkait dengan pertahanan.

Badan Pertahanan Nasional (BPN) berwenang dalam menerbitkan sertifikat, namun untuk penentuan siapa yang berhak mendapatkan tanah itu adalah kewenangan pemerintah provinsi. * wa2n.



redaksiJuly 30, 20183min120
Dokumen Pertanggungjawaban APBD 2017 diperlihatkan oleh Gubernur dan Ketua DPRD Kaltara

TANJUNG SELOR – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrir menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD, atas kerja keras dan kerjasamanya, sehingga bisa di tandatangani nya kesekapatan bersama atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017.

“Terima kasih juga saya ucapkan, karena harmonisasi yang selalu terbangun dengan baik antara legeslatif dan eksekutif di Kaltara selama ini, ” ujar Gubernur kemarin.

Saat diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat akhir pada Rapat Paripurna ke-15 masa persidangan II Tahun 2018 di Gedung DPRD Kaltara, sore ini ada beberapa hal yang perlu di sampaikan Gubernur kepada pimpinan dan anggota DPRD yang terhormat.

Pertama, Alhamdulillah usulan-usulan yang dirintis, bahkan sejak dirinya masih sebagai penjabat gubernur, salah satunya jalan paralel perbatasan, sudah terealisasi.

“Kita targetkan, tahun depan sudah terhubungkan hingga perbatasan, ” kata Irianto.

Selain itu, lanjutnya, jalan trans Kalimantan yang menghubungan ke ibukota provinsi (Tanjung Selor) juga sudah tembus hingga perbatasan. Di Sei Menggaris sekarang sudah beraspal.
Konektivitas penting, tak hanya untuk memperlancar transportasi masyarakat, namun juga sangat besar pengaruhnya terhadap laju inflasi maupun pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya, terkait rencana pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor. Saat ini masih proses akhir dari PT SMI, selaku pemberi pinjaman.

“Harapannya bisa secepatnya selesai, dan bisa mulai dibangun fisiknya, ” kata Irianto Lambrie.

Terakhir, mengenai perkembangan rencana pembangunan jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan). Pertengan bulan lalu, Gubernur bersama beberapa kepala OPD terkait diundang oleh pihak China Road and Bridge Corporation (CRBC).

CRBC ini adalah BUMN milik pemerintah China (RRT) yang berpengalaman membangun jembatan di berbagai negara. Termasuk di Indonesia. Salah satunya Jembatan Suramadu. Dari pertemuan kami, pada intinya mereka mendukung, bahkan telah menyiapkan dana. Keputusannya nanti Agustus disampaikan, melalui pemerintah Indonesia.

Kemudian soal KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional), serta PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Progresnya juga telah berjalan. KIPI sementara dalam proses menentukan pengelola Kawasan industrinya. Sementara, untuk PLTA Kayan I tinggal menunggu izin dari komisi keamanan bendungan.

“Dalam kesempatan ini, saya berharap kepada para tokoh masyarakat, termasuk kalangan DPRD untuk turut membantu pemahaman yang baik kepada masyarakat, agar investasi di Kaltara berjalan lancar dan aman, ” imbaunya. * wa2n.



redaksiJuly 30, 20184min130

TANJUNG SELOR – Beberapa program pemerintah ditinjau oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, salah satunya, program bantuan rehab rumah untuk masyarakat kurang mampu didesa Apung Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.

“Di Kaltara sejak 2014 hingga sekarang sudah ada 7000 rumah warga yang sudah dibantu rehab. Baik melalui dana APBN maupun APBD Provinsi Kaltara, ” ujar Irianto Lambrie, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara siang kemarin.

Tahun ini, menurutnya ditargetkan 2.550 unit rumah yang akan direhab. Dengan rincian 2000 dari APBN dan 550 dari APBD.

Sesuai laporan dari Dinas PUPR-Perkim yang menangani program ini, sekarang sudah selesai verifikasi, dan telah dikeluarkan SK. Tinggal realisasi pelaksanaan. Dari Hasil verifikasi, melalui APBD ada 473 yang memenuhi syarat, dan APBN ada 1900 lebih.

“Karena program ini swadaya, kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan saya harapkan dimanfaatkan dengan semestinya. Begitupun instansi terkaitnya, agar pengawasan terus dilakukan.
Saya minta juga program ini,benar-benar tepat sasaran, ” imbuh Gubernur.

Selain meninjau rumah yang mendapatkan bantuan rehab, ia juga menyempatkan melihat pembangunan masjid di Desa Persiapan Bukit Indah (SP 6) yang masih masuk wilayah Desa Apung.

“Saya minta kepada kepala desa dan panitia pembangunan masjidnya untuk mengajukan proposal. Insyaallah nanti akan kita bantu.
Saya melihat desa ini cukup potensial. Di sana ada perkebunan, pertanian dan juga perusahaan pertambangan batu bara, ” pungkas Irianto Lambrie. * wa2n.



redaksiJuly 28, 20183min330
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie di acara Sarasehan Nasional

JAKARTA – Acara Sarasehan Nasional dengan tema “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif serta Berkualitas” yang diselenggarakan di Gedung Tamrin Komplek Bank Indonesia (BI) di Jakarta dihadiri oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie .

Bertindak sebagai panelis dalam serasehan ini, di antaranya, Menko Perekonomian, Darmin Nasution, Menko Kemaritiman, Luhut B Panjaitan, Menteri PPN/Ka Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Banyak hal dikupas dalam serasehan ini. Utamanya mengenai perekonomian di Indonesia.

Pertama persoalan infrastruktur. Infrastruktur sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi.

Kita harus akui, pembangunan infrastruktur sudah berjalan baik. Namun demikian, terpenuhinya infrastruktur belum bisa menjaga stabilitas harga, jika logistik masih mahal. Untuk itu, seperti ditekankan oleh Menko Ekonomi, masih perlu perbaikan tata kelola logistik yang lebih baik.

Satu hal yang ditekankan dari serasehan tadi, adalah pentingnya kompakan dan perlunya leader ship yang memberikan contoh yang baik. Ini menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan. Termasuk dalam kemajuan secara ekonomi.

“Saat diberi kesempatan, saya ada menyampaikan beberapa hal dalam serasehan tadi. Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Presiden dan para Menteri Kabinet, karena sejak 73 tahun Indonesia merdeka, baru di pemerintahan Presiden Jokowi, masyarakat di perbatasan menikmati jalan mulus beraspal, ” kata Irianto Lambrie.

Ini sangat menguntungkan masyarakat. Selain efisien waktu, juga efisien biaya. Pengeluaran masyarakat pun berkurang. Di samping memudahkan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat dimaksud.

Yang kedua soal inflasi. Alhamdilillah, tadi seperti disampaikan Gubernur BI angka inflasi kita sekarang cukup baik. Yaitu sekitar 3,4 persen.

“Ada masukan saya, selama ini hanya persoalan pangan yang selalu dianggap sebagai penyebabnya. Padahal ada sektor lainnya yang tak kalah besar pengaruhnya terhadap inflasi, tapi kurang diperhatikan. Yaitu perhubungan dan komunikasi, ” ujar Gubernur Kaltara.

Di Kaltara, salah satu penyebab tingginya inflasi karena tingginya tarif penerbangan. Ini perlu menjadi perhatian pemerintah, disamping soal pangan.

Yang terakhir, adalah disiplin data. Salah satunya data kemiskinan. Sejauh ini data kemiskinan kadang masih kurang akurat. * wa2n.



redaksiJuly 28, 20181min210
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama manajemen PT SBC

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, Sabtu (28/7/2018) menerima kunjungan President Director PT Solobhakti Trading & Contractor, Haryanto Tanoesoedibjo.

Pada pertemuan itu keduanya mendiskusikan banyak hal, termasuk soal perkembangan di Provinsi Kalimantan Utara.

Perusahaan yang dipimpin Haryanto Tanoesoedibyo tersebut bergerak dalam bidang Konstruksi, Pertambangan dan Perkebunan dan mereka berencana berinvestasi di Kaltara.

“Kami sangat menyambut baik rencana ini. Jika memang serius untuk berinvestasi, kita dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara siap membantu, sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam perundang-undangan, ” tegas Irianto Lambrie. * wa2n.