UPT Dinsos Prov Kaltara Temui Syawal Tuna Wisma Bulungan

0 63

TANJUNG SELOR – Setelah menjadi viral dimedsos, akhirnya pak Awal atau Syawal sang tunawisma yang tinggal dialam terbuka itu dijenguk oleh Kepala UPT Panti Sosial Provinsi Kalimantan Utara dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara, Sugiono, berserta staf, Minggu 11/2/2017.
Hanya saja tidak mudah membujuknya (Syawal, Red) yang sudah terbiasa hidup dialam terbuka disekitar pemakaman umum Tyonghwa Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara, untuk dievakuasi ke Panti Lanjut Usia (Lansia) milik Pemprov. Apalagi diduga yang bersangkutan tidak bisa berpikir normal sebagaimana layaknya orang yang sehat.
Menurut Hidayat, Kepala Tata Usaha, UPT Panti  Sosial Provinsi Kalimantan Utara menyebutkan, upaya pihaknya bersama tim sukarelawan sudah maksimal untuk membujuk Syawal. Namun yang bersangkutan tetap enggan, dengan alasan taku dimarah oleh seseorang tauke penjual cat yang tidak juga diketahui namanya oleh Syawal.
“Tapi insha allah akan terus kita upayakan mudah-mudahan besok yang bersangkutan sudah mau ikut ke Panti, “ imbuhnya.
Ia juga menambahkan kondisi Syawal secara umum masih mau berinteraksi apabila diajak berbicara.

“Masih mau ngomong kalau kita ajak, hanya saja kalau halusinasinya teringat persoalan yang pernah dialaminya Syawal lebih banyak diam, “ kata Hidayat.
Terpaksa untuk sementara pihak UPT Panti Sosial Provinsi bersana Dinas Sosial Kabupaten Bulungan hanya bisa memantau kesehatan Syawal.
“Doakan ya semoga kami bisa membawa Syawal ke Panti Lansia, agar bisa terurus sebagaimana mestinya, “ ujar Hidayat.
Hasil pantauan lapangan media ini, tidak hanya Syawal, Tuna Wisma lainnya juga masih banyak yang tidur disembarang tempat untuk berteduh. Misalnya di ruang tunggu Tambangan Penyeberangan Toko Batu Tanjung Selor, sejak beberapa bulan terakhir setiap malam seorang lelaki parobaya dan seorang anak laki-laki yang usianya berkisar 6 atau 7 tahunan setiap malam tidur disana. Dimana menjelang pagi anak dan bapak tersebut berkeliaran untuk mencari sesuap nasi guna mempertahankan selembar nyawa ditubuh mereka.
Menurut keterangan dari beberapa motoris tambangan, laki-laki parobaya tersebut bernama Aji. Yang bersangkutan pernah bermukim di Tanjung Palas Hilir Kecamatan Tanjung Palas. Hanya saja setelah berpisah dengan isterinya Aji yang notabene pendatang ini sudah tak bisa lagi tinggal dirumah yang dihuninya ketika masih bersama isterinya. Mengingat rumah tersebut adalah milik anak-anak mantan isteri Aji dari suami sebelumnya.
Tidak hanya itu, masih ada Tuna Wisma lain yang mengklaim sebagai pasangan suami isteri selalu tidur berpindah-pindah, terkadang di Tanjung Selor kadang pula diruang tunggu tambangan sungai di Tanjung Palas. Parahnya kedua Tuna Wisma ini selalu menenggak alkohol dan selalu terlihat teller, akibat tidak adanya  perhatian dari pemangku kepentingan yang mengurusi masalah sosial. * one

print
Leave a comment